Buru Teroris, Polda DIY Tidak Akan Obok-obok Pesantren

Buru Teroris, Polda DIY Tidak Akan Obok-obok Pesantren

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 17:35 WIB
Yogyakarta - Tokoh teroris Noordin Moh Top dan anak buahnya terus diburu oleh polisi. Dalam memburu buronan nomor satu di Indonesia itu, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjanji tidak gegabah main tangkap atau mengobok-obok berbagai pondok pesantren di Yogyakarta.Pihaknya justru akan bekerjasama dengan pimpinan pondok dan berbagai tokoh masyarakat untuk menanganinya.Hal itu disampaikan oleh Kapolda DIY Brigjen Bambang Aris Sampurno Djati dalam acara silaturahim dengan berbagai tokoh masyarakat dan jajaran Muspida DIY di Mapolda DIY Jl Ringroad Utara Condongcatur Depok Sleman, Selasa (29/11/2005). Turut hadir dalam silaturahmi itu Wagub DIY Paku Alam IX, Ketua MUI Drs Thoha Abdulrachman, Danrem 072/Pamungkas Kol CZI Langgeng Sulistiyono, dan Komandan Pangkalan TNI AL Kol (Laut) Sri Purwati."Selama tidak ada informasi maupun bukti awal yang cukup, kami tidak akan pernah mengobok-obok ataupun menggeledah pondok pesantren untuk mencari teroris," kata Bambang. Menurut Bambang, kalaupun ada informasi dan bukti awal yang cukup, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan pimpinan pondok. Sebab selama ini antara para tokoh ulama di Yogyakarta dengan aparat keamanan maupun pemerintah telah terjalin kerjasama yang baik."Saya percaya para pimpinan ponpes di Yogyakarta cukup kooperatif dan bijak terutama dalam menangani masalah terorisme," katanya.Dia menegaskan, menjelang Natal 2005 dan malam Tahun Baru 2006, Polda DIY mulai meningkatkan kewaspadaan dan keamanan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah berbagai aksi yang sengaja akan mengobok-obok wilayah Yogyakarta. Beberapa tempat yang perlu diwaspadai di antaranya tempat ibadah, pusat keramaian seperti mal, hotel dan tempat wisata seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangtritis dan Candi Prambanan."Semua tempat keramaian kita waspadai dan ditingkatkan keamanannya. Sebab bila kita lengah, kemungkinan adanya gangguan keamanan itu pasti akan muncul. Kita berharap apa yang terjadi di luar tidak terjadi di Yogyakarta," katanya.Dalam acara itu, kepolisian memutarkan VCD berbagai peristiwa peledakan bom di Indonesia seperti bom Bali I, bom Hotel JW Marriot, bom Kedubes Australia, bom di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta tahun 2000 dan bom di Masjid Gedhe Kauman tahun 1999. Sedang peristiwa bom Bali II tidak ada gambar di sekitar tempat kejadian, namun hanya gambar rekonstruksi wajah tiga tersangka pelaku serta gambar pengakuan ketiga orang pelaku. (nrl/)


Berita Terkait