Tanggapan Saksi Kasus Suap Eks Kalapas Sukamiskin soal Jabatan di RS Hermina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 12:59 WIB
KPK akan segera memiliki gedung baru yang kini proses pembangunannya sudah masuk ke tahap akhir. Gedung KPK yang baru, sengaja dibangun dengan warna merah putih, sebagai simbol KPK milik Indonesia. Hasan Alhabshy
Dokumentasi Gedung Merah Putih KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Pada Selasa (4/2) kemarin, penyidik KPK memanggil seorang saksi atas nama Balgis Alzagladi yang disebutkan sebagai Manajer Pelayanan Medis Rumah Sakit (RS) Hermina Mekarsari. Namun kini pihak Balgis memberikan klarifikasi bila sudah tidak mengemban jabatan tersebut sejak pertengahan tahun lalu.

Klarifiksi itu disampaikan M Kamil Pasha yang mengaku sebagai suami dari Balgis sekaligus advokat dari LBH Street Lawyer. Keterangan lengkap dari Kamil akan dilampirkan pada bagian bawah artikel ini.

Namun berkaitan dengan pemberitaan mengenai Balgis, detikcom mendapatkan informasi resmi dari KPK dalam jadwal pemeriksaan. Nama Balgis tercantum dalam jadwal pemeriksaan pada Selasa (4/2) dengan identitas sebagai Manajer Pelayanan Medis RS Hermina Mekarsari.

Kapasitas Balgis disebutkan sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan. Sementara itu perkara yang melatari yaitu mengenai dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Berikut keterangan lengkap M Kamil Pasha sebagai klarifikasi:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada yth.
1. Dewan Pengawas KPK
2. Pimpinan KPK
3. Sahabat-sahabat Media


Perihal : Surat Terbuka Permohonan Perlindungan Hukum, Ralat, dan Klarifikasi atas Pemberitaan terhadap dr. Balgis Alzagladi dan RS Hermina Mekarsari yang Dikaitkan dengan Kasus TCW

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa "KPK melakukan pemanggilan terhadap dr. Balgis Alzagladi Manajer Pelayanan Medis RS Hermina Mekarsari", kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1.Bahwa dalam pemberitaan sejumlah media online yang keluar pada 04 Februari 2020 siang hari (detik.com pukul 10.59 WIB, suara.com pukul 12.36 WIB, dan kumparan.com pada 10.46 WIB) mengutip pernyataan Plt Jubir KPK Ali Fikri, yang menyatakan KPK memanggil Manajer Pelayanan Medis Rumah Sakit (RS) Hermina Mekarsari, Balgis Alzagladi, terkait kasus dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, dan dijadwalkan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka TCW;

2. Bahwa perlu kami sampaikan dr. Balgis Alzagladi per 21 Juli 2019 sudah tidak lagi menjabat Manajer Pelayanan Medis RS Hermina Mekarsari;

3. Bahwa dr. Balgis Alzagladi pernah mewakili RS Hermina Mekarsari pada November 2018 untuk memenuhi panggilan pihak KPK dalam hal ini Ibu Santi, membawa data dan memberikan keterangan dihadapan penyelidik KPK dalam rangka jabatan, itupun terkait kasus FA yang diduga memalsukan surat ijin berobat, dimana pada saat panggilan tersebut, dr. Balgis Alzagladi menjabat sebagai Manajer Pelayanan Medis RS Hermina Mekarsari, yang sekarang tidak lagi dijabatnya;

4. Bahwa pada tanggal 04 Februari 2020 sore pukul 16.11 WIB, pihak yang mengaku bernama Bapak Herbin penyidik KPK, menelpon dr. Balgis Alzagladi, dan Bapak Herbin menyatakan dr. Balgis Alzagladi dipanggil selaku Manajer Pelayanan Medis RS Hermina Mekarsari untuk kasus FA melalui surat per tanggal 29 Januari 2020 yang dikirimkan ke RS Hermina Mekarsari (sampai dengan surat ini dibuat, surat dari KPK yang dimaksud Bapak Herbin belum pernah sampai ke RS Hermina Mekarsari). Menurut Bapak Herbin panggilan ditujukan dengan maksud memanggil pejabat yang berwenang di RS Hermina Mekarsari, sedangkan dr. Balgis Alzagladi sudah tidak bekerja disana, sehingga Bapak Herbin pun kebingungan, seharusnya pihak penyidik KPK berkoordinasi dulu dengan pihak RS Hermina Mekarsari agar tidak salah panggil;

4. Bahwa pernyataan plt. Jubir KPK Ali Fikri yang dikutip sejumlah media online sampai menyebutkan nama dr. Balgis Alzagladi dan RS Hermina Mekarsari untuk kasus yang TCW yang sama sekali tidak ada kaitannya (menurut pemberitaan2 sebelumnya, adanya suap thd Eks Kalapas Sukamiskin dan pemalsuan surat ijin berobat dari salah satu RS di Karawang untuk TCW, dimana lokasinya jauh sekali dengan RS Hermina Mekarsari, link berita : https://m.detik.com/news/berita-jawa-barat/d-4331418/wawan-suap-kalapas-sukamiskin-untuk-ngamar-di-hotel) sehingga hal tersebut dirasa merugikan nama baik dr. Balgis Alzagladi, RS Hermina Mekarsari, dan pada umumnya Hermina Grup, yang telah puluhan tahun malang melintang membantu pemerintah untuk menyehatkan masyarakat.

Berdasarkan uraian fakta-fakta tersebut di atas, kami mohon perlindungan hukum dan pengawasan Dewan Pengawas dan Pimpinan KPK, demi nama baik, keamanan, perlindungan privasi, serta hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tidak salah, agar pernyataan plt. Jubir KPK Ali Fikri yang mengait-ngaitkan dr. Balgis Alzagladi dan RS Hermina Mekarsari dalam kasus TCW diralat atau ditinjau ulang dengan membuat klarifikasi atau rilis ke media. Perlu kami tekankan bahwa dr. Balgis Alzagladi dan keluarga selalu mendukung KPK dalam penegakan hukum atas kasus-kasus korupsi, namun hendaknya ditempatkan pada posisi dan kasus yang relevan.

Demikianlah rilis ini kami sampaikan, dan kami mohon untuk diberikan kesempatan memberikan hak jawab kepada sahabat-sahabat media, untuk itu dapat menghubungi M. Kamil Pasha, S.H., M.H., suami dr. Balgis Alzagladi / Advokat LBH Street Lawyer di nomor 085720284457. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Salam.

Hormat kami,

M. KAMIL PASHA, S.H., M.H.

Suami dr. Balgis Alzagladi / Advokat LBH STREET LAWYER

(dhn/fjp)