Polisi Belum Terima Pemberitahuan dari FPI-GNPF dkk Terkait Aksi 212

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 10:40 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Front Pembela Islam (FPI) hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal menggelar aksi pada Jumat, 21 Februari 2020. Polda Metro Jaya belum menerima pemberitahuan dari massa terkait rencana aksi massa tersebut.

"Belum ada (pemberitahuan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Kamis (6/2/2020).

Lebih lanjut, Yusri belum mau bicara soal pengamanan aksi. Sebab, polisi sampai saat ini belum menerima pemberitahuan dari massa aksi.

"Kan belum ada (pemberitahuannya)," imbuh Yusri.

Aksi 212 kali ini mengangkat isu terkait korupsi di seluruh Indonesia. Dalam pernyataan yang dikirimkan Sekretaris Umum FPI Munarman, aksi 212 ini dilatarbelakangi penggagas yang merasa penanganan sejumlah kasus mandek. Penggagas 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' juga berbicara soal lingkaran kekuasaan.

"Negara, dalam hal ini para aparat penegak hukum, hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskannya. Diduga kuat mandek dan mangkraknya penanganan kasus-kasus megakorupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan. Perilaku tersebut terjadi sebagai bagian dari modus korupsi mereka untuk pembiayaan politik guna meraih dan melanggengkan kekuasaan," bunyi pernyataan bersama FPI, GNPF Ulama hingga PA 212, Selasa (4/2/2020).

Aksi 212 terkait korupsi juga menyoroti kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Mereka juga menyinggung kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Simak Juga Video ''Selidiki Dugaan Korupsi Asabri, Polisi Tunggu Audit BPK"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2