Duit Dikucurkan, GAM Tak Juga Setor Daftar 3.000 Anggotanya

Duit Dikucurkan, GAM Tak Juga Setor Daftar 3.000 Anggotanya

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 15:27 WIB
Jakarta - Meski MoU damai RI-GAM sudah ditandatangani sejak 3,5 bulan lalu, GAM ternyata belum menyerahkan daftar 3.000 anggotanya. Padahal, sudah dua bulan ini pemerintah sudah mengucurkan dana reintegrasi sebesar Rp 6 miliar.Dengan dana tersebut, setiap anggota GAM per bulannya mengantongi uang Rp 1 juta. Karena itu pemerintah mendesak GAM menyerahkan daftar nama anggotanya tersebut. Hal itu disampaikan Menkominfo Sofyan Djalil usai menghadiri Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia yang dibuka Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/11/2005)."Jadi uang reintegrasi sebanyak Rp 1 juta diberikan selama 6 bulan tetapi yang diberikan kepada GAM baru dua kali. Kita sendiri mengharapkan supaya mereka bisa memberikan nama individual. Kita masih tunggu, masih ada proses," kata Sofyan.Pemerintah ngotot minta daftar 3.000 nama itu, lanjut Sofyan, agar masing-masing anggota GAM dapat mengambil jatah uang reintegrasi secara langsung. Dengan mengambil sendiri-sendiri, maka kepastian jumlah anggota GAM dapat diketahui pemerintah.Dalam kesempatan itu, Sofyan juga membantah pemberian uang Rp 1 juta per bulan tersebut merupakan bentuk pensiun bagi anggota GAM."Dana itu bukan uang pensiun, tapi untuk membantu mereka kembali ke desa, untuk hidup wajar dan perlu membeli beras dan pakaian. Pemerintah menyebutnya dana reintegrasi," kata dia.Meski belum menyerahkan 3.000 nama anggotanya, Sofyan yakin bukan berarti GAM tidak berkeinginan menjalankan perdamaian secara sungguh-sungguh. Keinginan GAM menjalankan MoU sudah terlihat dengan penyerahan lebih dari 800 senjatanya. GAM juga mengizinkan anggotanya diserahkan kepada aparat jika melakukan pelanggaran pidana."Jadi keinginan cukup bagus. Kita juga masih mengadakan rapat satu minggu dua kali. Sekarang sudah 20 kali rapat Komisi Keamanan Bersama (KKB) dan setiap rapat itu kita bahas berbagai masalah dan GAM sangat kooperatif," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads