Penyusupan BIN, Bisa Pancing Radikalisme Baru

Penyusupan BIN, Bisa Pancing Radikalisme Baru

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 15:24 WIB
Jakarta - Rencana Badan Intelijen Negara (BIN) menyusup ke kelompok Islam radikal perlu dicermati secara hati-hati. Sebab, jika hal itu terjadi dikhawatirkan justru akan memicu tindakan radikal yang lebih parah lagi."Langkah itu bisa saja menangkap 1-2 orang. Tapi justru itu akan menjadi ingatan bagi mereka yang kemudian melahirkan gerakan yang lebih radikal," kata Wakil Rektor Universitas Paramadina Yudi Latif kepada detikcom di sela pertemuan tingkat tinggi Penyiapan Kebijakan Strategis di Indonesia, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (29/11/2005).Dia mengungkapkan kelompok radikal tersebut muncul karena dampak perilaku represif rezim di masa lalu. "Mereka dulu dikejar-kejar, akhirnya membuat jaringan bawah tanah," terangnya.Oleh sebab itu, pemerintah harus hati-hati dalam mendefinisikan pesantren sarang teroris, karena orang yang punya dasar keagamaan yang kuat justru sulit menjadi bagian kelompok Islam radikal. "Itu karena mereka lebih sering berinteraksi dengan lingkungan luar yang lebih mencerminkan ketidakadilan, sehingga mereka menjadi radikal," tutur Yudi Latif.Dia mengusulkan agar pemerintah sebaiknya menyediakan forum antara kelompok Islam radikal dengan kelompok Islam moderat. "Justru seringnya pertemuan itu akan bisa menambah wacana mereka tentang ke-Islaman, sehingga bisa dimungkinkan adanya pergeseran doktrin yang dimiliki mereka," imbuh dia.Dalam pandangan dia, munculnya kelompok Islam radikal karena tidak adanya komunikasi untuk menyalurkan pikiran-pikiran mereka. "Ketidakadilan menjadi justifikasi mereka untuk melakukan tindakan-tindakan radikal, karena kelompok ini lahir dari adanya ketertutupan komunikasi," kata Yudi sambil menambahkan agar pemerintah konsern menangani koflik-konflik yang lebih bersumber antara pertikaian barat dan Islam."Pemerintah harus bisa mengurangi zona-zona mana yang berpotensi konflik," tegasnya. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads