Panglima Wanti-wanti HUT GAM
Selasa, 29 Nov 2005 14:25 WIB
Jakarta - Asalkan dalam rangka syukuran perdamaian di Aceh, GAM boleh-boleh saja merayakan hari jadinya. Tapi jangan sampai momen itu dipakai sebagai titik untuk melepaskan Aceh dari NKRI.Wanti-wanti itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-34 Korpri di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2005)."Kalau seperti yang mereka sampaikan, bahwa Milad (HUT) GAM akan dilakukan dalam rangka syukuran, dan mereka ingin menunjukkan sungguh-sungguh dalam rangka melanjutkan proses damai, itu tidak ada masalah," katanya.Namun apabila kemudian GAM memperingati HUT-nya pada 4 Desember sebagai titik untuk melepaskan diri Aceh dari NKRI, lanjut dia, itu merupakan hal yang tidak wajar."Di tengah proses penyelesaian Aceh secara komprehensif dan perdamaian yang kekal di Aceh, itu tidak bagus," tegas pria yang akrab disapa Tarto ini.Mengenai belum diserahkannya daftar nama anggota GAM kepada pemerintah, Tarto berharap agar pimpinan GAM segera menyerahkannya. Karena pendaftaran ini akan digunakan untuk pemberian dana reintegrasi sesuai komitmen dalam MoU RI-GAM."Harapan saya, pimpinan GAM memenuhi kewajibannya dan memperhatikan warganya yang memang berhak, untuk menyerahkan hak itu kepada mereka," cetus Tarto.TNI, menurut Tarto, tidak mempermasalahkan bila anggota GAM mendapat dana reintegrasi Rp 1-2 juta per orang. Karena dana itu bisa digunakan sebagai modal hidup bagi mereka yang kembali ke masyarakat.Namun dirinya juga meminta agar masyarakat yang selama ini mendukung keutuhan NKRI juga diperhatikan. "Jangan GAM dapat, tapi mereka yang mendukung integrasi Aceh tidak mendapatkan. Ini harus dapat bagian juga," tandas Tarto.
(ahm/)











































