Jaringan Azahari Rencanakan Bom Natal di Kupang

Jaringan Azahari Rencanakan Bom Natal di Kupang

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 14:20 WIB
Kupang - Dr. Azahari, gembong teroris yang paling dicari telah tewas dalam penyergapan di Kota Batu, Jawa Timur, tiga pekan lalu. Namun jaringannya diduga kuat masih memiliki taring untuk melakukan aksi teror bom pada saat umat Kristiani merayakan Natal di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi sasaran adalah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana bom pada Natal itu diketahui setelah polisi berhasil menemukan sejumlah dokumen yang berisikan target serangan berikut sasarannya.Kapolda NTT Brigjen Pol Edward Aritonang yang dihubungi di Kupang, Selasa (29/11/2005) mengatakan, rencana besar para teroris terungkap dalam sebuah penyergapan terhadap kelompok Azahari beberapa waktu lalu di Pulau Jawa. "Saat itulah ditemukan dokumen yang berisi rencana pengeboman pada malam Natal nanti," tegas Aritonang. Ia menambahkan, beberapa pentolan Azahari yang merencanakan bom Natal itu sudah diamankan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, masyarakat diminta untuk tetap melakukan pengawasan khususnya terhadap warga pendatang baru.Dikatakan dia, kepolisian telah berkoordinasi dengan para pemimpin Gereja untuk bekerjasama mengamankan perayaan Natal sehingga hari besar umat Kristiani itu dapat dirayakan dengan aman tanpa ada gangguan.Kepolisian juga telah melakukan pengamanan secara ketat di sejumlah lokasi keramaian dan fasilitas umum seperti mal, pusat pertokoan, bandar udara, pelabuhan laut, terminal bus dan fasilitas pemerintah. Pengamanan ini, selain untuk mencegah aksi terorisme, sekaligus untuk mencegah adanya penyelundupan bahan peledak dan narkoba. "Saya minta para lurah, kepala desa dan pemimpin kampung untuk mengamankan wilayah masing-masing. Kalau ada warga yang mencurigakan supaya dilaporkan kepada aparat keamanan," pinta dia. Sementara itu, pemerintah Kota Kupang mulai melakukan razia terhadap pendatang baru yang tidak memiliki identitas resmi. Razia ini dimaksudkan untuk meminimalisir upaya para teroris yang mencoba melakukan keonaran pada saat Natal nanti. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads