Temui Wapres Ma'ruf, ICMI Bahas Penguatan Penanganan Radikalisme

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 12:41 WIB
ICMI temui Wapres Maruf Amin
ICMI menemui Wapres Ma'ruf Amin. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menemui Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan, salah satunya soal liberalisme di berbagai bidang.

"Bagaimana menghidupkan ya, mendorong, memperkuat isu-isu intelektualitas dan moralitas di tengah makin berkecamuknya gitu ya liberalisme di bidang politik, politik pasar makin bebas. Di bidang ekonomi juga ekonomi makin bebas," kata Jimly di kantor Wapres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).


Semakin kuatnya liberalisme pasar, menurut Jimly, harus dibarengi dengan penguatan kesadaran sains, teknologi, dan moral. Dia mengatakan Ma'ruf menyambut baik usul tersebut dan menjelaskan soal gerakan arah baru pembangunan ekonomi Indonesia.

"Beliau menyambut sangat antusias dan juga di samping itu juga beliau mengajak kita mendiskusikan mengenai bagaimana gerakan ekonomi, gerakan arah baru pembangunan ekonomi Indonesia, juga arah baru mengembangkan, memperkuat perguruan tinggi," ujarnya.

ICMI temui Wapres Ma'ruf AminICMI menemui Wapres Ma'ruf Amin. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)


Dia mengatakan ICMI juga menyarankan Ma'ruf lebih banyak berkunjung ke berbagai kampus untuk menunjang upaya penanganan liberalisme pasar dan penanganan radikalisme. Selain itu, pertemuan tersebut membahas penguatan perguruan tinggi yang banyak disampaikan mantan Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

"Beliau (Herry) mantan rektor IPB banyak menyampaikan masukan mengenai bagaimana Pak Wapres kita harapkan lebih akrab, road show ke dunia kampus, perguruan tinggi untuk mendorong penguatan dunia perguruan tinggi. Termasuk misalnya budaya ilmiah kita perkuat sehingga hal-hal yang sifatnya isu tentang radikalisme itu ya kita hadapi ya dengan memperkuat budaya ilmiah di kampus-kampus," ucap Jimly.


Selain itu, kata Jimly, pertemuan ini membahas Bank Mualamat sebagai simbol praktik ekonomi syariah dan bank wakaf. Jimly menyebut Bank Mualamat sangat berperan dalam membangun perekonomian masyarakat.

"Walaupun sekarang dia sudah menjadi bank privat, tapi dampak dakwahnya sudah sangat luas dan ini akan kita teruskan, termasuk ide untuk mengembangkan bank wakaf sebagai gerakan koperasi, LKM, melanjutkan ide yang sudah didiskusikan sebelumnya," katanya.

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pendiri perusahaan Al Falah yang juga putra mendiang presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ilham Habibie; mantan rektor IPB Herry Suhardiyanto; mantan Menristekdikti M Nasir; dan mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Simak Juga Video "Duh... Kereta Wapres Ma'ruf Disoraki Penumpang KRL"

[Gambas:Video 20detik]

(jef/azr)