Sengketa Tapal Batas, Camat Hamdan Digebuki Warganya

Sengketa Tapal Batas, Camat Hamdan Digebuki Warganya

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 14:20 WIB
Pekanbaru - Nasib malang menimpan Camat Peranap Kabupaten Indragiri Hulur (Inhu), Riau, benama Hamdan. Sedang menyelesaikan sengketa tapal batas di wilayah kerjanya, dia malah digebuki massa. Kasus ini kini ditangani polisi. Luka memar di sekujur tubuh Hamdan masih membekas. Hasil pemeriksaan dari RS Ibnu Sina Air Molek menunjukan, kedua matanya mengalami pendarahah. Tulang hidungnya retak dan bibirnya pecah. Bagian punggungnya juga babak belur akibat dikeroyok lebih dari 50 warga ketika memimpin rapat soal sengketa tapal batas. "Saya sempat dirawat selama 4 jam di RS Ibnu Sina. Kini saya mesti rawat jalan dengan kondisi tubuh babak belur. Saya juga tidak tahu siapa saja orang yang telah mengeroyok dalam rapat tersebut," kata Hamdan pada detikcom, Selasa (29/11/2005) di Rengat, sekitar 250 km arah timur dari Pekanbaru. Hamdan sudah melaporkan kasus pengeroyokan ini kepada Polres Inhu. Dia berharap polisi bisa mencari siapa dalang di balik pengeroyokan ini. "Saya yakin, di balik pengeroyokan ini didalangi pihak-pihak tertentu," cetus Hamdan. Hamdan bercerita, peristiwa ini dipicu soal perselisihan tapal batas antara Desa Kumanti dan Desa Pauh Perabap di Kecamatan Peranap. Pada Senin (28/11/2005) sekitar 200 orang dari kedua desa itu melakukan aksi demo di kantor Camat Peranap. Mereka menutut agar tapal batas kedua desa itu segera diselesaikan. "Karena itu saya memanggil perangkat desa dari kedua belah pihak untuk berunding. Masing-masing ada dua utusan perangkat desa yang saya ajak rapat. Sedangkan massa saya minta untuk tetap di luar," tutur Hamdan. Dalam dialog itu terjadi perdebatan alot. Utusan warga Desa Pauh Peranap emosi karena Camata dinilai tidak bisa menuntaskan soal tapal batas. Melihat kondisi warga Desa Pauh yang emosional, Camat pun meminta agar semua pihak bisa menahan diri. "Mereka ngotot agar saya menuntaskan saat itu juga. Padahal masalah ini kan mesti saya rapatkan kembali ke Pemkab Inhu. Tapi utusan warga Desa Pauh malah marah-marah. Karena saya kesal, saya bantingkan aspak rokok ke lantai," cerita Hamdan. Entah siapa yang memulai, lanjut Hamdan, sekitar empat orang warga Desa Pauh masuk ke dalam ruangan. Suasana tambah runyam. Empat wwarga tadi membalik-balikkan meja. Tak lama kemudian sekitar 40 warga ikut menerobos ruang rapat. "Saat itulah saya digebuki warga. Saya tidak bisa berbuat banyak ketika dikeroyok. Saya cuma bisa menunduk mengelakkan wajah dari dari bogeman warga. Ruangan di kantor saya pun berantakan," tutur Hamdan. Kapolres Inhu, Ajun Komisaris Besar (AKB) Bambang Widi membenarkan menerima laporan tentang pemukulan warga terhadap Hamdan. "Kasus ini sedang ditangani Polsek Peranap," katanya pada detikcom. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads