Heboh Observasi WNI, Polda Kepri Kirim Tim Psikolog ke Pelajar Natuna

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 18:22 WIB
Goldenhardt
Tim psikolog Polda Kepri bersama pelajar di Natuna. (Dok. Polda Kepri)
Natuna -

Proses observasi WNI dari Wuhan, China, di Lanud Raden Sadjad di Ranai, Kabupaten Natuna, membuat heboh karena ada penolakan dari sebagian warga. Untuk meminimalkan dampaknya pada anak-anak, Polda Kepri mengirim tim psikolog ke Natuna.

"Hari ini mengirimkan tim psikolog dan kesehatan Biddokes Polda Kepri ke Natuna untuk melakukan penyuluhan ke pelajar," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt kepada detikcom, Selasa (4/1/2020).

Harry menjelaskan, tim psikolog dan kesehatan Polda Kepri melakukan penyuluhan di SMA Negeri I Bunguran Timur kota Ranai. Penyuluhan ini terkait virus Corona.

"Penyuluhan tentang virus Corona kiranya bisa menambah wawasan para siswa dan bisa disampaikan ke keluarganya agar semua terlindungi dari penyakit wabah tersebut," kata Harry.

Kabag Sumda Polres Natuna Kompol Zuljufri menambahkan, penyuluhan hari ini bertujuan memberikan penguatan psikologi tentang virus Corona.

"Kita sampaikan agar kondisi tubuh tetap prima dengan berolahraga dan menjaga kebersihan tangan untuk menghindari bakteri serta virus yang dapat menimbulkan penyakit," kata Zuljufri.

Sementara itu, warga di Kota Ranai, memasuki hari ketiga setelah 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, kini tampak lebih rileks dibanding pada hari pertama dan kedua dengan adanya aksi demo penolakan.

Sebagian warga tampak santai menanggapi soal kedatangan WNI tersebut. Sebagian warga tidak lagi mempersoalkan wilayahnya dijadikan observasi terhadap WNI tersebut.

"Kita biasa aja. Tak semuanya masyarakat menolak kedatangan mereka. Bagaimanapun mereka saudara kita juga," kata Hendraman, warga Ranai.

Pantauan di lokasi, sejumlah ruko tetap buka seperti biasa. Aktivitas warga lalu lalang dengan sepeda motor ada yang menggunakan masker ada yang tidak. Warung makan Padang juga buka seperti biasa. Minimarket di pusat kota tetap buka, begitu juga sejumlah warung kopi.

238 WNI Diobservasi di Natuna, Komisi IX: Jangan Ada Stereotip!:

[Gambas:Video 20detik]

(cha/tor)