BIN Main Susup, Indonesia Bisa Menjadi Inteligent State

BIN Main Susup, Indonesia Bisa Menjadi Inteligent State

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 11:47 WIB
Jakarta - Rencana Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menyusup ke kelompok-kelompok Islam radikal untuk melumpuhkan aksi terorisme merupakan kemunduran. Jika tindakan BIN ini diikuti instansi pemerintah lainnya, ini bisa membuat Indonesia menjadi inteligent state atau negara intelijen. Pendapat ini disampaikan pengamat politik Islam Bahtiar Effendy menanggapi pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar bahwa BIN tidak segan-segan menyusup ke dalam kelompok-kelompok Islam radikal untuk melumpuhkan aksi terorisme.Menurut Bahtiar, penyusupan merupakan praktek konvensional lembaga intelijen, tidak hanya di Indonesia tapi juga di mana-mana. Ini adalah praktek yang lazim dilakukan intelijen di masa Orde Baru dulu. Dulu, misalnya, ada aparat intelijen yang diketahui menjadi anggota partai tertentu."Itu mungkin efektif pada masa Orba. Tapi apakah dalam konteks sosial politik sekarang masih efektif? Jangan-jangan tidak menyelesaikan masalah malah menimbulkan persoalan. Baik bersifat kekerasan atau apa," kata Bahtiar saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (29/11/2005).Ketua Dewan Akademi Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Jakarta ini mengkhawatirkan tindakan penyusupan yang dilakukan BIN akan ditiru masyarakat luar. Sekarang ini sudah ada lembaga pemerintah yang meniru praktek intelijen. Mengawasi institusi tertentu, dan melaporkan kepada atasannya."Kalau ini membudaya, saya khawatir negara kita menjadi inteligent state. Dulu di zaman Belanda dikenal dikenal police state, kini jadi inteligent state. Masing-masing mengawasi dan mengintelijeni," tukas Bahtiar.Rencana BIN untuk menyusup ke kelompok-kelompok Islam radikal ini disampaikan Kepala BIN Syamsir Siregar dalam raker Komisi I DPR RI dengan jajaran Menko Polhukam. Menurut Syamsir, BIN akan meng-obok-obok kelompok ini dan menciptakan konflik internal. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads