Muladi:Banyak Arsip Dimanipulasi

Kasus Korupsi Setneg

Muladi:Banyak Arsip Dimanipulasi

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 11:45 WIB
Jakarta - Mantan Mensesneg Muladi siap mengungkapkan manipulasi yang terjadi dalam kasus korupsi pengelolaan Gelora Senayan (kini Gelora Bung Karno). Terjadinya korupsi itu tidak terlepas dari cara-cara kotor yang digunakan oknum tertentu setelah ia lengser.Hal itu disampaikan Muladi yang kini menjabat sebagai Gubernur Lemhanas di sela jumpa pers di kantornya, Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (29/11/2005)."Untuk jelasnya, lihat saja di kejaksaan siang ini," kata Muladi yang semula enggan menjelaskan kasus yang menyeretnya dalam pemeriksaan Kejagung.Namun setelah didesak, Muladi bersedia menjelaskan sekilas kasus yang kini tengah gencar diungkap pihak Kejagung. Khususnya, penyalahgunaan aset negara di Yayasan Gelora Bung Karno yang kini digunakan Hotel Hilton.Menurutnya, kasus tersebut sebetulnya sangat kompleks, karena Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Hilton atau PT Indo Belco sudah diperoleh sebelum Setneg diberi kekuasaan memegang Hak Penggunaan Lahan (HPL)."Jadi lebih dulu HGB-nya. Tapi begitu HGB-nya habis, Indo Belco memperpanjang ke BPN Jakarta. Dan BPN menyatakan, sekarang justru sudah ada HPL sehingga bisa diperpanjang atas rekomendasi atau izin Setneg," ungkapnya.Ketika ia masih menjabat sebagai Mensesneg, ia memblokir masalah ini. Dengan alasan perlu dilakukan penelitian dari aspek hukum dan aspek lainnya, termasuk bagaimana pembayarannya. Tapi kemudian terjadi gap, dan ada pergantian Mensesneg baru. "Surat saya yang dulu lalu dilanjutkan dengan cara-cara yang kotor dengan memanipulasi arsip-arsip dan diberi nomor yang keliru, termasuk dengan cara menekan para pegawainya. Tapi pegawai punya data. Itu (tindakan) tidak benar. Kalau itu ke luar, ini suatu hal manipulasi dokumen yang sangat luar biasa," paparnya.Ditanya penyimpangan terjadi di level mana, Muladi hanya mengatakan, "Lihat saja nanti di Kejaksaan." (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads