Dewas KPK Merapat ke Kantor Mahfud Md Bahas Penguatan KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 14:04 WIB
Dewan Pengawas KPK
Dewan Pengawas KPK sowan ke Menko Polhukam Mahfud Md. (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Mereka berdiskusi terkait penguatan KPK.

"Ketika ramai-ramai revisi undang-undang KPK kemarin itu, presiden selalu menegaskan bahwa kita ingin KPK lebih kuat," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Mahfud menyampaikan beberapa pengalaman untuk memperkuat KPK. Menurutnya, KPK harus selalu bersinergi dengan Polri dan Kejaksaan Agung, yang juga sebagai lembaga penegak hukum.

"Beliau bertukar pikiran dengan saya dan menyampaikan beberapa pengalaman dalam rangka memperkuat KPK itu, lalu saya juga menanyakan beberapa hal yang kira-kira bisa dilakukan KPK agar bisa menjadi lebih kuat," katanya.

"Kemudian juga di tingkat pemerintah akan ada dorongan bahwa Kepolisian dan Kejaksaan Agung harus kuat sehingga akan menjadi sinergi antara ketiga lembaga penegak hukum itu sebelum masuk ke lembaga yudikatifnya ke Mahkamah Agung," lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan maksud kedatangannya. Tumpak ditemani 4 anggota Dewas KPK, yaitu Artidjo Alkostar, Syamsuddin Haris, Albertina Ho, dan Harjono.

"Oleh karena itu, wajarlah kami itu datang kepada beliau untuk meminta pandangan, pendapat tentang keberadaan Dewas di KPK. Banyak hal beliau sampaikan kepada kami untuk memperkuat kedudukan KPK dalam memberantas korupsi," kata Tumpak.

"Kami sudah menerima banyak masukan dari Menko dan tentunya kami harapkan bisa bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, apa yang diharapkan oleh undang-undang itu sendiri agar kami bisa melakukan pengawasan sehingga KPK dapat melaksanakan tugas dan wewenangnya lebih akuntabel lagi, tidak ada celahnya nanti," imbuh Tumpak.

Simak Video "Mahfud Md Jamin WNI dari RRC di Natuna Tak Bahayakan Warga"

[Gambas:Video 20detik]

(fas/dhn)