DPR Aceh Desak Pemprov Urus Nasib 32 Nelayan yang Ditahan di Thailand

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 13:35 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Banda Aceh -

Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib 32 nelayan Aceh yang ditahan di Thailand. Para nelayan ini diduga ditangkap setelah terseret arus ke Negeri Gajah Putih tersebut.

"Ini yang kita sayangkan. Perhatian dari Plt Gubernur terhadap 32 nelayan Aceh yang ditahan di Thailand sangat kurang. Ini berbanding jauh dengan perhatian yang ditunjukan ke mahasiswa Aceh di Wuhan, China," kata Iskandar kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, para nelayan yang melaut menggunakan dua kapal tersebut ditangkap pada 21 Januari lalu. Kedua kapal KM Perkasa Mahera dan KM Voltus diduga terseret arus hingga hanyut ke perbatasan laut tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Thailand.

Otoritas Thailand kemudian menangkap para nelayan asal Aceh Timur ini. Ke-32 nelayan tersebut kini diduga berada di Pangkalan Angkatan Laut Wilayah III Tap Lamuk Provinsi Phangnga, Thailand.

Iskandar menilai, setelah dua minggu mereka ditangkap, advokasi dari Pemerintah Aceh untuk para nelayan masih minim.

"Kita tak sedang membanding-bandingkan. Namun harusnya para nelayan ini juga mendapat fokus yang sama. Mereka juga warga Aceh yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah Aceh," jelas Sekretaris Komisi V DPR Aceh ini.

Politisi Partai Aceh ini berharap, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga memberi respon cepat untuk mengadvokasi para nelayan. Perhatian yang ditunjukkan ke para pencari ikan tersebut, jelasnya, seharusnya sama dengan sikap pemerintah ke mahasiswa di Wuhan, China.

"32 nelayan yang ditahan di Thailand ini adalah keluarga miskin. Anak istri mereka menunggu di kampung tanpa kejelasan nasib. Jangan sampai dibawa pulang jenazah seperti kasus beberapa bulan lalu, baru semua sibuk,"ujar Iskandar.

"Kita berharap seluruh ABK yang ditahan segera mendapat pendampingan dari Kemlu. Semoga dengan adanya advokasi yang cepat, mereka yang ditahan ini bisa segera dipulangkan ke Aceh. Karena mereka melintasi batas laut bukan karena sengaja tapi karena hanyut dan terseret arus," imbuhnya.

(agse/fdn)