Jokowi dan Presiden Singapura Teken Kerja Sama soal Pajak-Pendidikan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 13:33 WIB
Jokowi Terima Kunjungan Presiden Singapura di Istana Bogor
Foto: Jokowi Terima Kunjungan Presiden Singapura di Istana Bogor (Marlinda/detikcom)
Bogor -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken sejumlah perjanjian kerja sama bersama Presiden Singapura Halimah Yacob. Perjanjian itu diteken usai keduanya bertemu secara bilateral.

"Hubungan erat yang telah kita bangun bukan hanya di bidang ekonomi tapi juga hubungan antar masyarakat. Dalam pertemuan belakang tadi kita membahas dua hal besar, yaitu kemajuan hubungan setelah pertemuan saya dengan PM Lee Oktober 2019 yang lalu dan kerja sama investasi serta hubungan masyarakat," kata Jokowi usai meneken perjanjian kerja sama bersama Halimah di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Ada beberapa perjanjian kerja sama yang diteken keduanya. Pertama perjanjian persetujuan penghindaran pajak berganda.

"Saya sangat puas dengan kemajuan kerja sama kita antara lain ditandatanganinya, yang pertama selesainya negoisasi perjanjian persetujuan penghindaran pajak berganda yang tadi telah kita saksikan dan telah ditandatangani," katanya.

Kedua, kerja sama penegakan hukum kepabeanan antara Ditjen Bea Cukai dengan Singapore Police Costguard. Kerja sama ketiga terkait implementasi rising fellowship.

"Keempat telah disepakatinya perpanjangan repurchase agreement pada November 2019 antara Bank Indonesia dengan monetery authority of Singapore, dan yang kelima realisasi dan penguatan kerja sama dalam pelatihan industri 4.0," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan dalam pertemuan dengan Halimah, juga dibahas kerja sama di bidang investasi dan pengembangan sumber daya manusia. Dia pun mengapresiasi komitmen Singapura untuk terus bekerja sama investasi dalam proyek infrastruktur di Indonesia.

"Di bidang pendidikan beberapa kerja sama yang akan kita dorong antara lain pertama, proyek penguatan kerja sama di blok 71, kolaborasi blok bisnis Indonesia dan unit bisnis salah satu universitas di Singapura. Kedua kerja sama pelatihan bagi pengajar dosen politeknik difasilitasi Singapore politeknik dan kementerian perindustrian Republik Indonesia," tuturnya.

"Yang ketiga kerja sama pelatihan antara YPAC dan Singapore Internasional Foundation dan Singapura Head Services. Kemudian kerja sama pendidikan dan research and development antara univesitas kedua negara," imbuh Jokowi.

(mae/hri)