Tolak Impor Beras, Topi Caping Ramaikan Rapat Paripurna DPR
Selasa, 29 Nov 2005 11:03 WIB
Jakarta -
Rapat paripurna yang digelar DPR RI kali ini lain dari biasanya. Lebih dari seratus anggota dewan dari Fraksi PDIP dan Fraksi PAN terlihat memakai topi caping petani.Tindakan mereka dilakukan bukan karena alih profesi, tapi sebagai langkah penolakan kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah.Mereka tidak peduli meski rapat yang digelar di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (29/11/2005) tersebut mengagendakan penyampaian ikhtisar hasil pemeriksaan semester I tahun anggaran 2005 oleh BPK, penetapan susunan dan keanggotaan Panitia Anggaran, penetapan Prolegnas dan prioritas RUU 2006.Kedua fraksi ini tetap melancarkan sejumlah interupsi kepada pimpinan rapat, Ketua DPR Agung Laksono. Agung didampingi Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno yang akrab disapa Mbah Tardjo.Dalam interupsinya, anggota FPDIP Arya Bim menyatakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah mengimpor beras dari Vietnam. Dia meminta DPR merespons rencana pemerintah itu dengan serius sebagai bentuk penolakan."Ini penting. Kita menggunakan topi caping ini sebagai simbol senafas dengan penderitaan petani akibat impor beras," teriaknya.Setelah menyampaikan unek-uneknya, Arya Bimo lalu menyampaikan topi caping kepada pimpinan paripurna. Agung menerimanya dengan baik dan memakai topi itu meski hanya sebentar. Sementara Mbah Tardjo tetap menggunakan topi tersebut.Tidak hanya Arya Bimo, protes lewat interupsi juga disampaikan usai penyerahan topi caping itu oleh anggota FPDIP lainnya, Hasto Kristianto.Hasto meminta pimpinan DPR menyikapi dengan membentuk pansus untuk mengkaji kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat. Karena dengan impor beras kehidupan petani semakin sulit. "Sebagai anggota DPR selayaknya kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat harus ditanggapi serius," katanya.Menanggapi hal itu, Agung menyatakan, akan mengkajinya. Namun ia menyerahkan kepada komisi terkait untuk melakukan pengkajian itu.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































