Round-Up

Geger Izin Berobat untuk Perawatan Kulit, Terdakwa Suap Berkelit

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 05:02 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih Elviyanto dan Mirawati Basri (berjilbab) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Mirawati Basri, terdakwa kasus suap yang diprotes jaksa karena diduga menyalahgunakan izin berobat untuk perawatan kulit (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Di tengah persidangan suara jaksa KPK melontarkan protes. Rupanya gara-gara terdakwa yang diadili dianggap menyalahgunakan izin berobat yang diberikan hakim untuk perawatan kulit. Lho kok bisa?

Terdakwa itu bernama Mirawati Basri. Dia didakwa terlibat dalam urusan suap menyuap terkait kuota impor bawang putih yang juga menyeret mantan anggota DPR I Nyoman Dhamantra.

Awal kisah ketika Mirawati mendapatkan izin dari majelis hakim untuk berobat ke RSPAD Gatot Soebroto. Namun usut punya usut ternyata jaksa mendapati Mirawati malah melakukan perawatan kulit.

"Kami punya bukti adanya tagihan itu di tanggal 24 Januari tindakan medis, disebutkan bahwa di sini ada tindakan medis berupa clinical facial brightening atau facial yang dilakukan oleh terdakwa," kata jaksa Takdir dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 3 Februari 2020.

Takdir memprotes lantaran permohonan izin dari Mirawati ke majelis hakim tidak menyebutkan tindakan medis seperti yang sudah dilakukannya. Saat melakukan pengobatan di RSPAD itu, Mirawati disebut dikawal petugas KPK tetapi tidak diizinkan masuk ke ruangan di mana Mirawati mendapatkan perawatan.

"Ada saat itu memang petugas kami tidak bisa ikut masuk ke dalam melakukan pengecekan," kata Takdir.

Bahkan Takdir menyebut Mirawati diketahui telah melakukan pelanggaran saat menghuni rumah tahanan (rutan). Mirawati disebut memberikan pinjaman telepon seluler, kabel data, hingga pengisi daya atau powerbank. Atas pelanggaran itu, Mirawati tidak boleh dikunjungi keluarga di rutan selama sebulan ke depan.

Selanjutnya
Halaman
1 2