Terdakwa Suap Bantah Izin Obat untuk Facial: Kulit Iritasi Tinggal di Rutan

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 19:30 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih Elviyanto dan Mirawati Basri (berjilbab) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Mirawati Basri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus suap impor bawang putih, Mirawati Basri, membantah telah melakukan facial saat izin berobat di RSPAD Jakarta. Menurut Mirawati, sejak ditahan di rutan cabang KPK, kulit merasa gatal dan iritasi sehingga harus menjalani pengobatan.

"Kalau muka iritasi semua dibersihkan sama dokter pakai obat, saya mencari dokter kulit dan kelamin perempuan, sehingga kami direkomendasikan ke dokter Rita dan dokter Lili di RSPAD, makanya saya ke sana," kata Mirawati di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Mirawati mengakui telah dikawal pengawal tahanan saat izin berobat di RSPAD, namun tidak diperbolehkan masuk. Saat itu Mirawati merasakan kulit bermasalah seperti ada panu.

"Jadi facial yang dimaksud itu silakan tanya ke dokter, jadi saya di sini ada hitam, ada putih-putih, mungkin pengawal tidak masuk karena laki-laki, karena harus buka baju dan disinar, seperti ada panu tapi tidak panu, kena eksim Yang Mulia, karena air di rutan itu kaporit," kata Mirawati.

Selama pengobatan di luar rutan cabang KPK, Mirawati mengatakan, dia dibiayai pengobatan oleh keluarganya karena rekeningnya diblokir KPK. Dia meminta jaksa tidak mempersulitnya untuk izin berobat.

"Tolong jangan persulit untuk kesehatan saya karena di sana kurang oksigen dan cuacanya panas. Dokter kulit bilang sama saya karena saya kulitnya sensitif dan tidak bisa di atas 22 derajat. Makanya saya harus diterapi kulitnya kalau nggak iritasi, kulit punggung saya gatal-gatal Yang Mulia," jelas Mirawati.

Sebelumnya, jaksa KPK memprotes izin berobat yang dilakukan terdakwa kasus suap impor bawang putih Mirawati. Menurut jaksa, ada tindakan medis yang tidak sesuai dengan penetapan majelis hakim.

Dalam surat penetapan izin berobat di RSPAD Jakarta, jaksa mengatakan, Mirawati ingin melakukan pemeriksaan kesehatan spesialis kulit, kelamin, dan spesialis kandungan.

"Kami punya bukti adanya tagihan itu di tanggal 24 Januari tindakan medis, disebutkan bahwa di sini ada tindakan medis berupa clinical facial brightening atau facial yang dilakukan oleh terdakwa," kata jaksa KPK M Takdir Suhan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/2).

Tonton juga video Aher dan Deddy Mizwar Jadi Saksi di Sidang Meikarta:

[Gambas:Video 20detik]

(fai/dhn)