PN Jakut Bebaskan 2 Nelayan yang Tolak Reklamasi Jakarta

Andi Saputra - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 17:34 WIB
Ilustrasi sidang
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri PN Jakarta Utara (PN Jakut) membebaskan 2 nelayan Jakarta, Ade Sukanda dan Muhammad Alwi yang menolak reklamasi Jakarta. Majelis hakim nilai jaksa menggunakan pasal yang sudah dimatikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan.

"Surat Dakwaan JPU dalam perkara Terdakwa Ade Sukanda dan Muhammad Alwi (nelayan) dinyatakan Batal Demi Hukum oleh Majelis Hakim PN Jakut, karena dalam dakwaan-nya yaitu pasal 335 ayat (1) KUHP jo.pasal 55 ayat (1) KUHP, JPU masih menggunakan rumusan unsur pasal 335 ayat (1) yang telah dinyatakan inkonstitusional dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat oleh MK," kata humas PN Jakut, Djuyamto kepada wartawan, Senin (3/2/2020).

Putusan sela itu diketok pada Senin (3/2) siang ini. Duduk sebagai ketua majelis Djuyamto dengan anggota Taufan Mandala dan Agus Darwanta. Sejak penyidikan hingga sidang, Ade dan Alwi ditahan. Atas putusan sela itu, maka Ade dan Alwi langsung bisa menghirup udara bebas.

"Dengan putusan tersebut diperintahkan untuk dibebaskan dari tahanan," ujar Djuyamto.

Kasus bermula saat muncul gerakan menolak reklamasi oleh nelayan yang dipimpin Ade dan Awi. Mereka memprotes kegiatan pengembang reklamasi yang dilakukan PT Kapuk Indah Naga yang merusak bagan dan terumbu karang milik para nelayan. Nelayan memprotes rusaknya tambak budidaya kerang hijau milik mereka dan belum memperoleh ganti rugi atas rusaknya keramba akibat aktivitas pengembang.

Atas vonis itu, Ade dan Alwi tak kuasa menahan kegembirannya. Para nelayan yang memberikan dukungan moril kepada Ade dan Alwi langsung bersorak gembira menyambut vonis itu.

Tonton juga video 2 Pejabat Dinas Kelautan Kepri Didakwa Terlibat Kasus Suap Izin Reklamasi:

[Gambas:Video 20detik]

(asp/jbr)