Dukung Pemerintah, PKS Pahami Kekecewaan Kadernya
Selasa, 29 Nov 2005 09:05 WIB
Jakarta - Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendukung pemerintahan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla mendulang kekecewaan bagi para kader dan konstituennya. Namun pengurus pusat (PP) PKS paham atas kekecewaan itu. PKS melihat pemerintahan SBY-JK masih perlu didukung karena masih berpeluang memperbaiki kondisi rakyat."Masih patut didukung. Walaupun ada kekecewaan beberapa pihak termasuk PKS sendiri, tapi kita melihat pemerintahan SBY masih berpeluang memperbaiki kondisi rakyat," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS, M Razikun kepada detikcom ketika dihubungi via telepon, Senin (28/11/2005).Menurut Razikun, kekecewaan itu belum sampai pada tingkat yang membuat PKS menarik dukungan terhadap pemerintahan SBY-JK. Selain itu, putusan Majelis Syuro yang tidak mencabut dukungan pada pemerintahan SBY bukanlah karena iming-iming kekuasaan dengan diberikan jatah kursi menteri."Dukungan kita kepada pemerintah bukan karena kekuasaan atau menteri, tapi karena komitmen kita untuk melakukan perubahan sesuai dengan kontrak PKS dengan SBY-JK," tandasnya.Dengan melihat pemerintahan SBY-JK masih berpeluang memperbaiki kondisi rakyat, menurut Razikun, PKS menempatkan diri sebagai mitra koalisi yang membangun. "Kita memposisikan diri sebagai mitra kritis," ujarnya. Lalu apakah PKS masih menginginkan kursi Jaksa Agung? Razikun menjawab, "Di dalam Majelis Syuro kemarin tidak di bahas mengenai posisi itu."Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin mengaku bertemu dengan SBY di Kantor Presiden. Dia membantah pertemuan tersebut membahas soal reshuffle kabinet. "Pertemuan saya dengan Presiden hanya konsultasi saja. Membicarakan hasil rapat Majelis Syuro PKS," katanya.
(atq/)











































