Adat Dayak Minta Dilibatkan di Ibu Kota Baru, Istana: Itu Pasti

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 09:27 WIB
Juri Ardiantoro
Juri Ardiantoro (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Juri Ardiantoro, mengatakan pemerintah akan melibatkan masyarakat Dayak dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. Juri mengatakan Ibu Kota Baru dirancang sebagai identitas pemersatu bangsa.

"Itu sudah pasti (dilibatkan). Ibu Kota Negara (IKN) baru itu dirancang sebagai identitas dan persatuan bangsa. Sehingga permintaan dewan adat Dayak tersebut bukan saja sesuatu yang wajar; tetapi kewajiban pemerintah untuk mendengarkan dan melibatkan mereka dalam merancang dan mewujudkan IKN," ujar Juri kepada detikcom, Minggu (2/2/2020) malam.



Juri mengatakan perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan tidak akan mengubah adat dan kebiasaan penduduk setempat. Juri menegaskan bahwa pemerintah akan terbuka terhadap masukan dan keterlibatan masyarakat setempat.

"Perpindahan IKN di Kalimantan tidak akan mengubah kebiasaan, adat bahkan sebagai paru-paru dunia. Oleh karena itu pemerintah terbuka terhadap masukan dan bahkan keterlibatan mereka dalam perencanaan dan pembangunan IKN," jelas Juri.

Selanjutnya
Halaman
1 2