Round-Up

Warga Khawatir Terjangkit, WNI dari Wuhan Dijamin Tak Bawa Penyakit

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 02 Feb 2020 22:26 WIB
Pesawat tipe A-330 milik Batik Air melakukan persiapan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/gp/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Jakarta -

238 Warga negara Indonesia (WNI) sudah dievakuasi dari Wuhan Provinsi Hubei, China ke Natuna, Kepulauan Riau. Proses evakuasi ini menuai protes dari warga hingga pemerintah kabupaten Natuna.

WNI tersebut akan diobservasi selama 14 hari di Natuna. Sejak kemarin, warga menggelar protes dengan melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan WNI tersebut. Mereka menolak wilayahnya dijadikan tempat observasi.

"Kami khawatir virus Corona masuk. Kalau memang (mereka) harus diisolasi, dikarantina, harus jauh dari tempat penduduk. Virus Corona itu bisa melayang ke mana-mana," sambungnya.

Tak hanya warga, Wakil Bupati Natina Ngesti Yuni Suprapti juga menolak keras langkah pemerintah tersebut. Ngesti khawatir virus Corona akan terbawa bersama WNI yang dievakuasi tersebut.

"Kami menolak, masyarakat menolak. Natuna mau dijadikan apa? Kenapa di Natuna dijadikan tempat evakuasi WNI dari Wuhan," ujar Wabup Ngesti saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).

Wabup Ngesti mempertanyakan tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kabar soal Natuna dijadikan tempat transit pun disebut Ngesti tanpa alasan yang jelas.

Sedangkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan Natuna menjadi tempat observasi WNI dari Wuhan yang dievakuasi karena merebaknya virus Corona.

Protes juga terjadi pada hari ini, jelang kedatangan 234 WNI yang diangkut menggunakan pesawat Batik Air. Warga kali ini berdemo di dekat wilayah observasi. Warga bahkan sempat membakar ban.

"Informasinya yang saya terima demikian (bakar ban)," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Minggu (2/2/2020).