BNN Buka Suara soal Usulan Ganja Jadi Komoditas Ekspor: Menyesatkan!

Ibnu Hariyanto - detikNews
Minggu, 02 Feb 2020 12:52 WIB
Seberapa Jauh Thailand Berani Melangkah dalam Upaya Legalkan Ganja
Foto: DW (News)
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) buka suara soal wacana usulan ganja menjadi komoditas ekspor. Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan ganja sering disalahgunakan di masyarakat yang jelas bisa merusak kesehatan.

"Ganja adalah narkotika jika disalahgunakan dapat merusak kesehatan secara permanen dan menimbulkan ketergantungan," ujar Arman Depari kepada wartawan, Minggu (2/2/2020).

Arman juga membantah pendapat bahwa ganja bisa digunakan untuk keperluan medis yang bisa menyembuhkan penyakit tertentu. Diketahui pendapat bahwa ganja bisa digunakan untuk obat menjadi salah satu dasar usulan politikus PKS Rafli agar komoditas ini bisa diekspor.

"Ada juga yang menyebut ganja dapat sembuhkan penyakit tertentu seperti asma, hal ini tentu saja merupakan pendapat yang menyesatkan. Sampai saat ini belum ada satu pun pembuktian dari penelitian medis bahwa ganja dapat menyembuhkan penyakit tertentu," tegasnya.

Sejauh pengamatannya, sampai saat ini belum ada negara di dunia yang mengubah undang-undangnya dan mengeluarkan ganja dari narkotika golongan 1. Dia mempertanyakan motivasi dari usulan menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor.

"Jika ada keinginan untuk melegalisir ganja perlu ditelusuri motivasi dan kepentingannya apakah untuk kepentingan masyarakat atau sindikat. Yang jelas pemanfaatan ganja di luar ketentuan undang-undang adalah kejahatan," tutupnya.

Usulan agar ganja menjadi komoditas ekspor awalnya disampaikan Politikus PKS Rafli. Usulan ini dilontarkan anggota DPR dapil Aceh ini saat rapat dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pekan lalu.

"Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus," kata Rafli dalam rapat Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Tonton juga video BNN: Sumatera Utara Pengguna Narkoba Terbesar Kedua di Indonesia:

Selanjutnya
Halaman
1 2