Tak Ada Pendaftar Sayembara, Buaya Kalung Ban di Palu Ditembak Bius Besok

M Qadri - detikNews
Minggu, 02 Feb 2020 10:44 WIB
Buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah
Buaya berkalung ban di Palu. (Mohammad Qadri/detikcom)
Palu -

Belum ada yang mendaftar sayembara untuk membebaskan buaya dari lilitan ban motor di Palu sampai saat ini. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah akan menembak bius buaya yang populer sejak 2016 itu besok.

"Belum ada yang mendaftar setelah pengumuman sayembara disampaikan. Namun, sejumlah kalangan merespons dengan baik apabila dilakukan penembakan bius terhadap buaya berkalung ban itu, mengingat ukuran badannya yang semakin hari semakin besar, sehingga terjepit pada bagian leher. Dan itu sangat berbahaya," ungkap Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar kepada detikcom, Minggu (2/2/2020).


Penyelamatan menggunakan tembak bius membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Nantinya, jika upaya ini berhasil, pihaknya akan membawa buaya tersebut ke kandang karantina untuk menjalani sejumlah perawatan karena, berdasarkan pantauan, ban itu telah melukai leher buaya.

Sejumlah tim sudah dibentuk untuk memantau pergerakan buaya tersebut di sepanjang aliran sungai Palu. Papan informasi call center juga dipasang di bantaran sungai untuk memudahkan petugas mengetahui lokasi buaya.

"Kami berharap keterlibatan semua pihak untuk menyelamatkan buaya tersebut. Kami sengaja memasang papan informasi call center di sejumlah titik, sehingga apabila ada masyarakat yang melihat keberadaan buaya tersebut segera menghubungi tim yang sudah dibentuk," ucapnya.

Aparat keamanan juga akan dilibatkan untuk mengamankan proses penyelamatan buaya tersebut. Pasalnya, selama ini proses penyelamatan terkendala banyaknya masyarakat yang berkerumun untuk menonton buaya tersebut.


Sebelumnya diberitakan, BKSDA Sulteng menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar yang biasa berkeliaran di aliran Sungai Palu dari ban bekas sepeda motor yang melilit lehernya.

"Sayembara ini dimaksudkan untuk mengeluarkan ban bekas yang terlilit di leher buaya," kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar dikutip Antara di Palu, Selasa (28/1).

"Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan," kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Tonton juga video Bikin Resah, Buaya Muara 4,2 Meter Ditangkap Warga Konut!:

[Gambas:Video 20detik]

(azr/dhn)