Round-up

Gelombang Evakuasi dari Wuhan China karena Corona

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Feb 2020 06:05 WIB
Pesawat tipe A-330 milik Batik Air melakukan persiapan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/gp/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Jakarta -

Pemerintah akhirnya mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Kota Wuhan dan sekitarnya, Provinsi Hubei, China. Selain Indonesia, negara lain seperti Prancis, Korea Selatan dan Jerman melakukan hal yang sama. Bahkan Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru telah melakukannya terlebih dulu.

Pesawat udara militer hingga milik maskapai swasta dikerahkan beramai-ramai untuk mengeluarkan masing-masing warga negaranya di 'kota mati' tersebut. Sebagaimana diketahui, aktivitas masyarakat di Wuhan lumpuh lantaran wabah virus corona.

Indonesia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melepas kepergian tim penjemput WNI di Provinsi Hubei, China. Tercatat sebanyak 245 WNI yang akan dievakuasi dari Kota Wuhan dan sekitarnya.

"Jumlah WNI yang akan kembali adalah 245 plus 5 (orang) tim kita yang sudah ada di lapangan ikut pulang untuk ikut protokol kesehatan. Jadi total yang akan naik dari Wuhan adalah 250," kata Menlu Retno di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (1/2/2020).

Retno mengatakan WNI yang ada di Hubei telah bergerak menuju ke bandara internasional di Wuhan. Beberapa titik WNI ada di Enzi, Zinzou, dan Xianjing.

Terawan kemudian menyampaikan WNI yang dievakuasi adalah yang dinyatakan tak terjangkit virus corona. Meski begitu, para WNI tetap akan menjalani proses transit observation setiba di Tanah Air. Transit observation merupakan protokol evakuasi dari organisasi kesehatan dunia, WHO.

"Nanti akan kami lakukan transit observation sesuai protokol WHO," ujar Terawan.

Terawan menerangkan syarat evakuasi para WNI adalah menjalani tahap screeening dan clearing. "Untuk dipastikan di sana bahwa yang kita bawa pulang adalah yang sehat," imbuh Terawan.

Pemerintah menggunakan pesawat komersil, Batik Air, untuk misi kemanusiaan ini. Pesawat yang bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, siang tadi tiba di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, pukul 19.00 waktu setempat.

Prancis
Pemerintah Prancis memutuskan mengevakuasi warganya dari Wuhan, Hubei, China karena positif terjangkit virus corona. WN yang tidak disebutkan namanya itu dievakuasi menggunakan pesawat ke Marseille, Prancis.

"Orang itu dipindahkan ke Rumah Sakit Timone dan langsung diobservasi," kata Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn, Seperti dilansir AFP, Sabtu (1/2/2020).

Evakuasi WN Prancis itu sendiri dilakukan pada Jumat (31/1). Dia akan dibawa terlebih dulu ke pangkalan militer di selatan Kota Marseille.

Pesawat yang dikerahkan Pemerintah Prancis merupakan yang pertama diterbangkan untuk misia evakuasi di Wuhan. Selain warga yang diduga terjangkit virus Corona itu, ada 179 orang warga Prancis lainnya yang juga dievakuasi.

Sebanyak 179 orang itu kemudian akan di karantina di selama dua minggu. Hasil pemeriksaan sementara, ratusan orang tersebut bebas dari gejala virus Corona.

"Jika ada warga yang memiliki gejala, mereka akan dipulangkan dengan penerbangan medis tertentu." tutur Buzyn.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3