MMI Protes Keras Rencana BIN Susupi Kelompok Islam Radikal
Selasa, 29 Nov 2005 06:16 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia memprotes keras rencana Badan Intelijen Negara (BIN) menyusup ke dalam kelompok-kelompok Islam radikal. Rencana BIN ini hanyalah sekedar untuk meneror kelompok tertentu yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. "Guru mereka adalah CIA. BIN ini lebih memata-matai umat Islam daripada ancaman asing," kata Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia Fauzan Al-Anshari kepada detikcom ketika dihubungi via telepon, Senin (28/11/2005).Seharusnya, lanjut Fauzan, fungsi intelijen adalah menjaga integritas wilayah dari serangan musuh dari luar, tidak untuk mematai suatu kelompok tertentu masyarakat atau melakukan penyusupan untuk operasi intelijen. "Intelijen menjadi alat untuk meneror rakyatnya. Jadinya negara ini adalah negara intel seperti negara komunis," tandasnya.Fauzan yakin ada sejumlah oknum yang menggunakan isu terorisme untuk meneror kelompok tertentu. Di antaranya meneror ajaran jihad untuk berbagai agenda, baik agenda global maupun lokal dengan mematai-matai kelompok kritis yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah. Hal ini menjadi ancaman bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam."Saya pikir nanti ada oknum yang memanfaatkan isu terorisme. Misalnya RUU Intelijen bahwa intel bisa menangkap dan menahan orang yang dicurigai. Nanti dalam aplikasinya untuk memberangus kelompok oposan," jelasnya. Apabila RUU Intelijen telah disetujui, maka hal ini akan menambah ancaman terhadap kelompok oposan pemerintah. Penyusupan akan semakin gencar. Apalagi UU Nomor 15 Tahun 2003 mengenai Pemberantasan Terorisme sudah repsesif. "Sejumlah lembaga seperti TNI juga memanfaatkan terorisme dengan mengaktifkan koter. BIN juga. Nanti hal ini juga dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya seperti pilkada. Sangat berbahaya bagi keutuhan RI," tukasnya.Sebelumnya, Kepala BIN Syamsir Siregar dalam raker Komisi I DPR RI dengan jajaran Menko Polhukam mengatakan, untuk melumpuhkan aksi terorisme, BIN tidak segan-segan menyusup ke dalam kelompok-kelompok Islam radikal. BIN akan meng-obok-obok kelompok ini dan menciptakan konflik internal.
(atq/)











































