Investor Cina Bangun Pembangkit Listrik Batubara di Medan
Selasa, 29 Nov 2005 00:30 WIB
Medan - Investor asal Cina berencana membangun pembangkit listrik tenaga batubara di Belawan, Medan. Pembangkit yang direncanakan akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 600 MW ini meraup nilai investasi sebesar Rp 2,5 triliun. Diharapkan, pembangkit listrik ini dapat beroperasi sekitar 30 bulan ke depan.Menurut Awong Wijaya dari PT Toba Sia Power, untuk tahap awal pihaknya berencana membangun pembangkit berkapasitas 2X150 MW dan kemudian dilanjutkan 2X50 MW sehingga total tenaga listrik yang dihasilkan sebesar 600 MW. Untuk pembangunan ini, menurut Wong, pihaknya membutuhkan waktu 30 bulan. "Setelah itu akan langsung beroperasi. Teknisnya, kita menjual tenaga listrik yang dihasilkan kepada PLN dan lalu PLN-lah yang mendistribusikan kepada masyarakat," kata Wong usai bertemu Wakil Gubernur Sumut Rudolf MPardede di rumah dinasnya, Jalan Slamet Riyadi, Medan, Senin (28/11/2005). Dikatakannya, pembangkit listrik yang menggunakan tenaga batubara diharapkan bisa menekan biaya operasional. Bahan baku ini rencananya diperoleh dari Jambi, Sumatera Selatan dan daerah lainnya. "Biaya listrik paling mahal adalah dengan menggunakan minyak, kemudian gas, batubara dan terakhir tenaga air," jelasnya. Apalagi, lanjut Wong, di Indonesia cukup banyak bahan baku batubara yang berjenis low kalori (antara 4000 hingga 4.500 kalori). Jenis batubara ini tidak bisa diekspor sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.Untuk itu, Wong mengharapkan Pemprov Sumatera Utara memberikan dukungan atas rencana ini. "Kami membutuhkan areal sekitar 50 hektar untuk pembangkit tersebut," ujarnya.
(atq/)











































