Dianggap Arogan, Pengusaha Hotel Sumbar Protes Aparat Perazia
Senin, 28 Nov 2005 22:20 WIB
Padang - Sikap arogan sejumlah oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Poltabes Padang saat melakukan razia ke hotel-hotel dan hiburan malam di kota Padang, Sumatera Barat diprotes oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat (Sumbar). Menurut mereka, tanpa pandang bulu, petugas yang merazia itu melakukan hal-hal yang kasar pada penghuni hotel dan pengunjung hiburan malam. PHRI meminta agar petugas yang diturunkan dibekali dengan ilmu hukum dan etika."Sebelum melakukan razia, mereka seharusnya berkoordinasi dulu dengan pihak hotel. Jangan main masuk dan tendang saja seolah-olah semua penghuni hotel sedang berbuat maksiat," kata Ketua PHRI Sumbar, Aim Zen, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Bumi Minang Padang, Senin (28/11/2005). Dikatakan Aim, tingkat hunian hotel di Sumbar rata-rata turun sekitar 30% per bulan sejak harga BBM dinaikkan. Penurunan tersebut bertambah parah setelah aparat sangat gencar menggelar razia. Selain itu, pihak hotel juga kewalahan menghadapi ulah oknum polisi dan TNI yang seringkali berkelahi saat mangkal di pub hotel. "Kejadian terakhir, seorang oknum anggota Poltabes Padang memukul manajer dan keamanan hotel Bumi Minang. Kami sudah laporkan, tapi belum ada perkembangannya," terangnya.Aim Zen menegaskan, pihaknya mendukung kebijakan Pemda memberantas perbuatan maksiat. Namun, hal tersebut semestinya dilakukan dengan cara-cara yang benar dan beretika. "Jangan sampai niat baik untuk memberantas maksiat justru menimbulkan kerugian dan kecaman dari pihak lain," tandasnya.
(atq/)











































