Round-Up

Virus Corona Makan Korban Kehidupan hingga Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 21:11 WIB
Total 18 warga Korea Selatan yang baru dievakuasi dari Wuhan telah dibawa ke rumah sakit karena menunjukkan gejala-gejala penyakit tersebut.
Ilustrasi Penanganan Virus Corona (Getty Images/Chung Sung-Jun)
Jakarta -

Virus Corona terus menyebar ke berbagai penjuru dunia. Teror virus mematikan ini, kian hari kian ngeri saja. Tidak hanya melahap nyawa manusia, virus ini juga membuat orang harus kehilangan jabatan.

Sebagaimana diketahui, mulanya virus baru yang memiliki nama novel coronavirus (nCov-2019) ini mewabah di Wuhan, China. Lalu, perlahan-lahan keluar dari Negeri Tirai Bambu itu dan menyebar ke berbagai negara.

Wabah virus Corona juga ini telah menyebar ke sedikitnya 19 negara, termasuk Thailand hingga Amerika Serikat (AS), yang sudah mengkonfirmasi enam kasus. Belum ada laporan korban tewas dari luar wilayah China.

Data terakhir dari Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi 213 orang tewas akibat virus Corona di berbagai wilayah China. Sekitar 204 korban di antaranya tewas di Provinsi Hubei yang terkena dampak virus Corona paling parah. Sejauh ini, total 9.692 kasus Coronavirus terkonfirmasi di daratan utama China, dengan sebagian besar kasus ada di Wuhan dan Provinsi Hubei.

Melihat kasus wabah Corona yang terus bertambah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menyatakan wabah virus Corona sebagai situasi darurat global atau Public Health Emergency of International Concern.

"Alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China, tetapi karena keadaan di negara-negara lain," sebut petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari AFP, Jumat (31/1/2020).

WHO mendefinisikan Situasi Darurat Global sebagai peristiwa luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat negara lain melalui penularan penyakit lintas batas negara sehingga membutuhkan tanggapan internasional yang terkoordinasi.

Deklarasi ini adalah penetapan kelima yang dilakukan WHO setelah wabah 'flu babi' H1N1 pada 2009, virus polio pada 2014, wabah Ebola Afrika Barat 2014, Zika Afrika 2015 hingga 2016, serta, setelah melalui banyak pertimbangan, wabah Ebola di Kivu, Republik Demokratik Kongo tahun 2018.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3