Bantah Pemukulan, RS Adhyaksa Kejagung Sebut Dokter-Kivlan Rebutan Surat

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 18:52 WIB
Kivlan Zen menjalani sidang lanjutan kasus kepemilikan senpi ilegal dan peluru tajam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Kali ini Kivlan hadir dengan mamakai baret warna hijau.
Kivlan Zen (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Rumah Sakit (RS) Adhyaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah ada dokternya yang memukul Kivlan Zen. Menurut RS Adhyaksa, dokter dan Kivlan sempat berebut kertas hasil pemeriksaan kesehatan.

Direktur RSU Adhyaksa, dr Dyah Eko Judihartanti, menjelaskan, hasil pemeriksaan tim dokter yang bertugas saat itu menyatakan tidak ada kondisi gawat darurat pada Kivlan. Pihaknya lalu menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan itu kepada Kivlan

"Kejadian berikutnya, surat keterangan tersebut direbut, diambil dari tangan dokter yang menerangkan hasil pemeriksaan tersebut, sehingga dokter yang bersangkutan mencoba mengambil kembali kertas hasil catatan pemeriksaan tersebut," kata Dyah kepada wartawan di Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Dyah mengatakan pemeriksaan itu dilakukan atas dasar permintaan rujukan. Hasil pemeriksaan Kivlan saat itu bersifat sementara.

"Permintaan untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan, hasil catatan pemeriksaan sementara saat itu. Pemeriksaan di rumah sakit. Itu yang dimaksud catatan pemeriksaan," kata Dyah.

Pada saat terjadi perebutan surat, Dyah mengatakan timnya hanya terdiri satu orang. Kemudian, menurut informasi, lanjutnya, di dalam ruangan ada Kivlan dan dua penasehat hukumnya.

"Siapa yang ada di ruangan, ada Dokter Wennas, yang bersangkutan (Kivlan) dan ada dua pengacara Kivlan," kata Dyah.

Tonton juga Pengakuan Kivlan Zen: Dipukul Dokter-Diminta Jaksa Ngaku Salah :

Selanjutnya
Halaman
1 2