Menhan Tidak Antusias Soal Sikap AS Cabut Embargo

Menhan Tidak Antusias Soal Sikap AS Cabut Embargo

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 20:12 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudharsono tidak terlalu antusias menyambut pencabutan embargo militer oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). Menurutnya, latar belakang keputusan itu lebih untuk melindungi kepentingan politis dan ekonomi AS di kawasan Asia Tenggara."Demi kepentingan dia (AS) sendiri. TNI yang kuat juga berarti untuk kepentingan AS menangani terorisme di Asia Tenggara. Kita negara muslim terbesar yang diharapkan bisa menangani masalah-masalah yang membuat Islam ramah dengan globalisasi. Juga menjaga keamanan Selat Malaka dan Singapura. Untuk kepentingan dagang AS dengan Jepang yang jalurnya dari Selat Malaka," ujar Menhan.Pernyataan tersebut ia sampaikan pada wartawan, usai diterima oleh Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) petang ini di Kantor Presiden, Jakarta. Pertemuan membahas rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu juga diikuti oleh Panglima TNI Endriartono Sutarto, KSAD Djoko Santoso, KSAL Slamet Soebijanto, dan KSAU Joko Suyanto.Lebih lanjut Menhan menjelaskan, tidak ada jaminan dari Pemerintah AS untuk tidak menerapkan kembali kebijakan yang dicabut setelah sembilan tahun diterapkan tersebut. Artinya tidak tertutup kemungkinan embargo militer akan dikenakan kembali. Hal itu sangat tergantung pada dinamika politik baik yang terjadi di AS maupun Indonesia. Mumpung ada peluang sedang terbuka, lanjut Menhan, Indonesia harus cermat dan tepat memanfaatkannya. Yaitu dengan memperhitungkan segala konsekuensinya bagi ketahanan bangsa di masa yang akan datang. "Semua negara begitu. Kita mainkan saja. Pada dasarnya tidak ada satu negara pun yang mandiri dalam pengadaan alutsista," imbuhnya.Perlu diketahui, dalam berbagai kesempatan, Pemerintah AS menyatakan alasan keputusannya mencabut embargo senjata senjata adalah pencapaian positif dalam reformasi TNI, demokratisasi, dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.Pada pertengahan 2005, AS telah mencabut embargonya untuk suku cadang senjata non-mematikan. Indonesia telah memanfaatkan fasilitas itu untuk menghidupkan kembali armada pesawat angkut Hercules milik TNI. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads