Soeharto Terlihat Sehat, Kejagung Merasa Tertipu
Senin, 28 Nov 2005 19:27 WIB
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) merasa ditipu karena mantan Presiden Soeharto sering muncul di khalayak ramai dengan keadaan senyum. Padahal tim dokter Soeharto yang terdiri 36 orang itu menyatakan Soeharto terkena kerusakan otak permanen. "Kita ditipu karena dia ada dimana-mana dan senyam senyum," kata Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dalam Raker dengan Komisi III DPR RI, Gedung DPR RI, Senayan, Senin (28/11/2005).Arman, panggilan akrab Jaksa Agung, sempat menanyakan ke dokter Soeharto mengenai keadaan Soeharto yang masih bisa kemana-mana dan bisa senyum-senyum itu."Kata dokternya, ilmu kedokteran lain dengan pengamatan awam," jelas mantan hakim agung ini.Arman menambahkan, sekitar 6 bulan yang lalu pengacara Soeharto datang menemui dirinya. Pengaara itu menjelaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab apabila mantan penguasa Orde Baru itu meninggal akibat dicekal."Dia bilang, Pak apa bapak tega kalau meninggal dalam keadaan dicekal, apa pantas seorang mantan presiden what ever kesalahannya meninggal dalam keadaan di cekal," tutur Arman.Akibat pernyataan pengacara itu, Arman mengaku Kejagung tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian Kejagung mengembalikannya ke MA untuk menanyakan apakah masih bisa diteruskan atau tidak mengingat keadaan Soeharto yang seperti itu. Akhirnya, MA memerintahkan Kejagung untuk mengobati sampai sembuh.
(atq/)











































