PPP Nilai Tulisan SBY soal Jiwasraya Tanda-tanda Kegaduhan Pansus Hak Angket

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 16:48 WIB
Arsul Sani
Sekjen PPP Arsul Sani (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PPP khawatir usulan pembentukan pansus hak angket Jiwasraya justru akan memunculkan kegaduhan. Tanda-tanda kegaduhan itu, menurut PPP, muncul dengan adanya tulisan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Jiwasraya.

Hal itu disampaikan Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2020). Arsul awalnya mengatakan sikap koalisi pemerintah saat ini belum berubah terkait usulan pansus Jiwasraya.

"Saya kira sampai hari ini posisi fraksi-fraksi yang berkoalisi di pemerintahan itu tidak berubah. Bukan menutup sama sekali pintu pansus, tetapi khawatir kalau pendekatannya atau penanganan atau pengawasan masalah ini itu dengan pansus, yang muncul kegaduhan politik itu sendiri," ujar Arsul.

Arsul lalu mengatakan tanda-tanda kegaduhan itu ada saat SBY menuliskan pendapatnya soal Jiwasraya di laman Facebook resminya. Padahal, kata Arsul, fraksi-fraksi pendukung pemerintah ingin lebih fokus mengembalikan uang nasabah.

"Dan tanda-tanda kegaduhan itu justru ada ketika Pak SBY menulis di laman Facebook-nya. Ketika kemudian ada dua menteri yang ditarget, berarti ini kan masalahnya yang akan mengemuka nanti, yang akan menghiasi ruang publik, media, itu kan aspek politiknya," ujar Arsul.

"Sedangkan kami enam fraksi itu sepakat ini yang harus kita pikirkan bagaimana nasabah itu bisa mendapatkan pengembalian meskipun bertahap dan lama," imbuhnya.

Simak Video "Dear Nasabah Jiwasraya, Polis Asuransi Mulai Dicicil Maret"

[Gambas:Video 20detik]