Masih Trauma, Keluarga Wiwid Enggan Didampingi Pengacara

Masih Trauma, Keluarga Wiwid Enggan Didampingi Pengacara

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 18:17 WIB
Semarang - Setelah ada kepastian soal penangkapan Dwi Widyarto alias Wiwid yang diduga terkait dengan jaringan terorisme, keluarga trauma. Ketika pengacara menawarkan diri untuk membantu kasusnya, mereka enggan."Terus terang, Naning (istri Wiwid) masih trauma. Jadi maaf kalau kami belum bisa mengurus semuanya sekarang," kata Ny Pramono, ibu kandung Wiwid, kepada dua dari tiga pengacara yang hendak membantunya di rumahnya, Jl. Lamper Tengah I No. 548 Semarang, Senin (28/11/2005).Selain itu, kata Ny Pramono, keluarga mengaku tidak punya uang untuk membayar pengacara. Sehingga keluarga merasa lebih baik jika masalah Wiwid didiamkan dulu hingga ada kejelasan informasi dari kepolisian.Ny Pramono menambahkan, beberapa hari sebelumnya, keluarga didatangi aparat kepolisian. Mereka berencana memberi kabar jika keluarga hendak menemui Wiwid. "Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kami hanya diberi surat penangkapan," ungkapnya.Sementara itu, dua dari tiga pengacara mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan keluarga. Pada prinsipnya, mereka siap membela keluarga Wiwid tanpa imbalan.Setelah mendapat kepastian keluarga Wiwid belum mau didampingi, tiga pengacara dari Djarot and Partner itu meninggalkan rumah orang tua Wiwid sekitar pukul 16.00 WIB. Padahal awalnya, mereka ingin mengajak keluarga ke Polda Jateng untuk minta kejelasan soal keterlibatan Wiwid dalam kasus terorisme.Wiwid ditangkap aparat Polwiltabes Semarang sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu (23/11) lalu di Jalan Sompok Semarang. Lelaki yang berprofesi sebagai tukang servis handphone ini diduga ikut terlibat dalam jaringan Azahari dan Noordin M Top maupun kelompok lain di Poso, Ambon, dan Palu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads