Jateng Masih Bebas Anthrax
Senin, 28 Nov 2005 17:59 WIB
Semarang - Meski pernah djangkiti pada tahun 1990-an, hingga saat ini Jawa Tengah dinyatakan bebas anthrax. Satu dua daerah dalam pemantauan.Kepala Dinkes Jateng Budihardja menyatakan, selain belum ditemukan pada manusia, virus anthrax juga belum menjangkiti hewan. Hal itu diketahui dari beberapa kali tes di Jateng. "Memang ada suspect yang dilaporkan, tapi setelah diteliti ternyata bukan virus anthrax," katanya kepada wartawan di kantornya, Jalan Pierre Tendean, Semarang, Senin (28/11/2005).Budi menjelaskan dari tiga varian anthrax, yakni kulit, paru, dan perut, belum ada satu pun yang menyerang hewan dan manusia. Meski demikian, hingga kini pihaknya masih terus melakukan surveillance di beberapa tempat.Satu dari beberapa daerah yang dipantau adalah Getasan, Kab. Semarang. Di daerah itu, banyak usaha peternakan dan pemotongan hewan. Selain itu, Boyolali juga masih dalam pantauan."Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Untuk ternak, yang menangani kan dinas tersebut. Kami hanya menangani manusianya," terangnya.Siap Gelar PINKetika ditanya soal PIN yang digelar Rabu (30/11) lusa, Budi mengaku pihaknya telah siap. Dia mengharapkan seluruh orangtua untuk menuju Posyandu atau Pos PIN terdekat seperti terminal, bandara, playgroup, dan lain-lain.Pada tahap pertama dan kedua lalu, Dinkes Jateng berhasil memvaksin sekitar 2,8 juta balita."Sedangkan untuk tahap ketiga ini, kita perkirakan ada peningkatan sekitar satu persen. Sedikit kok," kata Budi yang didampingi sejumlah staf dan perwakilan dari Unicef, Lutfi.Dinkes mencatat ada 20 kasus polio di Jateng. Kasus itu tersebar di Demak (1), Cilacap (1), Berbes (11) dan Pati (7). "Itu murni polio. Kita sudah teliti ke Biofarma Bandung. Ya dengan PIN ini, kita berharap kasus itu tidak terulang," demikian Budihardja.
(nrl/)











































