Ada Apa dengan PAN dan PKS?
Senin, 28 Nov 2005 16:57 WIB
Jakarta - Sungguh aneh, ribut-ribut kenaikan gaji dan tunjangan untuk Wapres Jusuf Kalla dilakukan dua fraksi yang dulu bersaudara, PAN dan PKS. Fraksi PAN yang pertama kali mengungkap adanya ketidakwajaran gaji wapres, dan giliran FPKS yang sibuk membela wapres. Ada apa nih?Kabar gaji dan tunjangan Wapres mencapai Rp 167,7 juta per bulan atau sekitar Rp 2 miliar pertahun yang diliris anggota FPAN Djoko Susilo mengejutkan banyak pihak. Bersamaan dengan beredarnya kabar tersebut, berbagai isu beredar mengiringi kasus ini.Sumber detikcom di kalangan anggota dewan, Senin (28/11/2005) menceritakan kasus ini diduga terkait dengan semakin kencangnya isu reshuffle kabinet yang berkembang belakangan ini dan memanaskan perpolitikan di tanah air. Beredar kabar cukup kencang Menkeu Jusuf Anwar termasuk menteri yang akan diganti oleh SBY-JK.Tak heran banyak partai menyodorkan posisi ini. PAN dan PKS dikabarkan termasuk yang menyodorkan nama untuk duduk di posisi sangat strategis ini. Kabar yang beredar kuat, PKS mengusung nama mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier sebagai Menkeu. Kabarnya, isu ini disetujui oleh Wapres Jusuf Kalla. Sebagai konsekwensinya, PKS diminta tidak lagi mempersoalkan lagi posisi Jaksa Agung dan PKS harus tetap mendukung sepenuhnya pemerintahan SBY-JK.Demikian juga, isu PKS yang akan mencabut dukungan terhadap SBY tak terwujud. Sebab, Musyawarah Majelis Syuro PKS tetap mendukung pemerintahan SBY-JK. Dukungan inilah yang disebut-sebut salah satu hasil lobi tim SBY-JK, dengan konsekwensi memberikan kursi menteri keuangan kepada PKS.Mengetahui jago FPKS diterima JK, lanjut sumber tersebut, PAN ganti meradang. Apalagi calon yang diusung PKS adalah Fuad Bawazier, kader PAN yang condong ke PKS pasca kongres PAN Semarang lalu. Manuver pun dilakukan oleh PAN. "Targetnya Fuad tidak jadi Menkeu," ujar sumber tersebut. PAN dikabarkan melempar bola panas soal gaji JK tersebut. Rencana kenaikan gaji dan tunjangan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga Tinggi Negara tahun anggaran 2006 yang telah digodok di DPR keluar ke publik. Tentu saja Wapres Jusuf kalla yang kebakaran jenggot. Wapres sibuk membela diri, bahwa gaji yang diterima sekarang tidak sebesar yang diberitakan di koran.Anehnya, justru FPKS yang sibuk membela Wapres atas isu kenaikan gaji dan tunjangan ini. Angka yang tercantum dalam daftar gaji oleh kantor Setwapres telah direvisi. Namun pengumuman revisi bukan oleh kantor wapres, namun oleh kader FPKS. "Gaji pokok wapres sudah direvisi. Dari Rp 77,5 juta menjadi Rp 20,1 juta," kata Ketua Poksi II FPKS Jazuli Juwaini kepada wartawan di gedung DPR.Benarkah kasus tersebut dimunculkan untuk jegal kandidat menteri? Djoko Susilo dari FPAN tegas membantahnya. "Ngawur. Yang melontarkan itu saya. Dan tidak ada hubungannya dengan Fuad Bawazier. Itu terlalu bias," kata Djoko Susilo saat dikonfirmasi detikcom.
(jon/)











































