Korupsi Bapelkes PT KS, Dirut PT Bahari Divonis 9 Tahun Penjara

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 20:37 WIB
Bahtiar Rivai-detikcom/  Andi Gouw, terdakwa perkara korupsi di Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraaan PT KS divonis 9 tahun penjara.
Foto: Bahtiar Rivai-detikcom/ Andi Gouw, terdakwa perkara korupsi di Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraaan PT KS divonis 9 tahun penjara.
Serang - Andi Gouw, terdakwa perkara korupsi di Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraaan PT Krakatau Steel ( Bapelkes KS) divonis 9 tahun penjara. Direktur utama PT Bahari Megamas ini dinyatakan terbukti melakukan korupsi dalam penerimaan investasi dari yayasan PT KS untuk pembiayaan perdagangan dan penjualan batu bara dalam bentuk kerja sama operasional (KSO).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara selama 9 tahun dan denda Rp 250 juta. Jika tidak membayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 2 bulan," kata hakim ketua Emy Tjahjani Widiastoeti di Pengadilan Tipikor Serang, Jl. Serang-Pandeglang, Banten, Kamis (30/1/2020).

Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Terdakwa juga diharuskan menbayar denda Rp 250 juta.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana 13 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Jaksa juga menuntut terdakwa dengan uang pengganti Rp 25 miliar.

Catatan detikcom, perkara korupsi kerja sama operasional antara Bapelkes KS dengan beberapa perusahaan ini sebelumnya telah menyeret beberapa nama.

Terpidana pertama, Ryan Anthoni selaku dirut PT Novafri Indonesia dan PT Lintas Global Nusantara telah divonis majelis hakim 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan. Ia divonis pada Oktober 2018 di Pengadilan Tipikor Serang.

Ryan dinyatakan terbukti bersalah berdasarkan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Selain itu, perkara ini juga menyeret nama Herman Husodo selaku Ketua Yayasan Bapelkes KS. Ia divonis 10 tahun dan denda Rp 250 juta subsider kurungan 4 bulan penjara. Sedangkan, terpidana Triono yang menjabat sebagai Manajer Investasi divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Kedua terpidana ini terbukti bersalah berdaarkan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Nama Andi Gouw merupakan nama keempat yang dihadirkan di meja persidangan perkara dana program kesehatan pensiunan perusahaan BUMN ini. (bri/fdn)