Diteror Kenaikan Harga, Elpiji di Malang Mulai Langka
Senin, 28 Nov 2005 15:41 WIB
Malang - Pertamina batal menaikkan harga elpiji pada awal 2006. Namun, rencana kenaikan harga elpiji 41 persen terlanjur meneror. Dan saat ini, gas elpiji di berbagai agen dan toko di Kota Malang mulai langka. Masyarakat sulit mendapatkannya. Dari pantauan detikcom di beberapa distributor dan agen elpiji yang ada di Kota Malan mengeluhkan kelangkaan gas elpiji ini. Menurut mereka, kelangkaan elpiji akibat pengaruh rencana Pertamina yang akan menaikkan harga elpiji 41 persen dan sering terlambatnya pasokan dari Pertamina, Perak Surabaya."Pasokan elpiji dari Pertamina mulai sering terlambat sejak ada rencana Pertamina mau menaikkan harga," kata karyawan PT. Mapalus Prima Utama Distributor Elpiji, Zaenal Arifin saat ditemui detikcom di kantornya Jl. Panji Suroso, Malang, Senin (28/11/2005). Zaenal menambahkan, selain sering terlambatnya pasokan, Stasiun Penjamin dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Karang Ploso, juga mulai membatasi para distributor untuk mengisi tabung gas yang kosong. "Sebelum ada rencana kenaikan, kita masih bisa mengisi tiap harinya 800 tabung, Sekarang dibatasi untuk satu harinya hanya 150 hingga 300 tabung. Padahal, permintaan elpiji dari masyarakat saat ini banyak sekali. Akibatnya, kita terpaksa membatalkan order dari masyarakat yang sudah terlanjur memesan," jelas dia. Hal serupa juga dikatakan Manajer PT. Mason Naraji, Hari Arjana, salah satu distributor elpiji yang berlokasi di Jl. Ciwulan, Malang. Ia menyatakan, dalam seminggu ini, tempatnya sudah dua kali tidak mendapatkan pasokan elpiji. "Pasokan elpiji dari Pertamina sudah 2 minggu ini sering terlambat. Bahkan, untuk mengisi pun sekarang harus pakai nomor antrean," keluh dia. Sementara itu, untuk mengatasi kelangkaan elpiji di pasaran, beberapa ibu rumah tangga dan pemilik rumah makan yang ditemui detikcom terpaksa harus kembali memakai minyak tanah, selama elpiji masih langka didapatkan."Dua hari lalu saya menelepon agen elpiji langganan, tapi sampai sekarang masih belum dikirim juga. Bahkan, tadi pagi juga sudah nyari di beberapa toko, tapi katanya sudah habis dan belum dapat kiriman dari agen," kata pemilik Depot Lumayan, Marini, saat ditemui detikcom di depotnya Jl. Galunggung, Malang. Keluhan serupa juga disampaikan Mylina, warga Lawang, Malang. Dia telah memesan elpiji di toko langganannya sejak tiga hari lalu. Namun sampai sekarang, elpiji yang ia pesan belum juga dikirim. "Terpaksa untuk masak saya harus pakai kompor minyak tanah lagi. Kalau nunggu elpiji datang, bisa-bisa saya nggak bisa masak," keluh dia.
(asy/)











































