Sebenarnya, Soeharto dan Keluarga Tolak Penghargaan Golkar
Senin, 28 Nov 2005 15:39 WIB
Jakarta - Gebyar peringatan ulang tahun Partai Golkar ke-41 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (26/11/2005) terasa ada yang kurang lengkap. Keinginan partai berlambang pohon beringin untuk memberikan anugerah Bhakti Pratama kepada mantan Presiden Soeharto itu gagal terlaksana.Acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres yang juga Ketum Golkar Jusuf Kalla, sejumlah menteri, duta besar sahabat dan sejumlah pimpinan parpol ini diisi dengan pidato politik Jusuf Kalla. Sebelum pidato politik, pembawa acara mengatakan Partai Golkar akan memberikan anugerah Bhakti Pratama kepada enam orang yang dinilai berjasa terhadap Golkar.Namun, dari enam orang yang akan diberi anugerah, hanya lima orang yang disebut namanya. Mereka adalah BJ Habibie yang diwakili puteranya, Moerdiono, Cosmas Batubara, Oetojo Oesman, dan Basyuni Surjamiharja. Satu orang yang tidak disebut namanya adalah Soeharto. Malam itu, nama mantan penguasa orde baru ini tidak disebut dan tidak ada satu pun keluarga yang mewakilinya.Ada apa dengan Soeharto? Jika dirunut sejak awal, pemberitaan anugerah kepada Soeharto pertama kali disampaikan Ketua Panitia Rapimnas Golkar Burhanuddin Napitupulu. Setelah itu Yorries Raweyai menemui keluarga Soeharto untuk memberitahu pemberian anugerah ini. Tak lama kemudian beredar kabar keluarga Soeharto mau menerima dengan sejumlah syarat. Yakni, meminta Partai Golkar agar memperjelas status hukumnya dalam kasus KKN.Yorries membantah adanya persyaratan tersebut. Menurut dia, Soeharto dan keluarga tidak keberatan menerima anugerah tersebut. Soeharto tidak mempersoalkan penghargaan dari Partai Golkar. "Keluarga Soeharto tidak mengajukan syarat apa pun," ujar Yorries Raweyai. Terhadap pro dan kontra yang berkembang , sumber detikcom, yang dekat dengan keluarga Soeharto memastikan bahwa mantan penguasa orde baru ini sebenarnya menolak menerima penghargaan yang diberikan Partai Golkar itu. "Saya mendapat kabar langsung, keluarga Soeharto menolak pemberian penghargaan itu," kata dia yang tidak mau dipublikasikan namanya itu, Senin (28/11/2005).Menurut dia, keluarga menolak pemberian penghargaan tersebut hanya akan menambah luka bagi keluarga, bila diterima. "Bagaimana bisa terima, Golkar kan termasuk partai yang menghujat habis Soeharto," kata dia. Sebagai sikap penolakan tersebut, ketika utusan Partai Golkar meminta Soeharto maupun anggota keluarga bersedia hadir mewakilinya pada acara puncak peringatan Ulang Tahun ke-41 Partai Golkar, tak satu pun anggota keluarga yang hadir. Dan Partai Golkar boleh jadi tahu betul sikap Cendana sehingga namanya tidak lagi dicantumkan dalam penerima anugerah Bhakti Pratama.
(jon/)











































