Antisipasi Gerakan Teroris, Warga Maluku Akan Didata Ulang

Antisipasi Gerakan Teroris, Warga Maluku Akan Didata Ulang

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 15:31 WIB
Ambon - Guna mengantisipasi gerakan terorisme di Provinsi Maluku, warga setempat akan didata ulang. Hal ini diinstruksikan Gubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu, kepada para bupati dan walikota."Saya sudah instruksikan kepada bupati dan walikota untuk segera melakukan pendataan ulang terhadap warganya,"ujar Gubernur usai meletakkan batu pertama Gedung gereja Bethabara di dusun Kayu Tiga Kecamatan Sirimau Ambon, Senin (28/11/2005). Dikatakan, sebenarnya instruksi ini sudah disampaikannya. Hanya saja, pihak polisi kembali menemukan sejumlah orang tanpa identitas yang diduga melakukan aksi terorisme. "Yang ditangkap polisi sebagian besar tidak memiliki identitas," kata Gubernur lagi. Hal ini dilakukan, lanjut Gubernur, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kembali oleh masyarakat. Gubernur juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan laporan-laporan terkait aktivitas-aktivitas yang mencurigakan maupun orang-orang tak dikenal. "Saya harap informasi dari masyarakat. Ini sangat penting untuk membantu kinerja polisi," pintanya. Terkait soal ini, anggota DPRD Maluku, M. Saleh Wattiheluw kepada detikcom menyatakan dukungannya terhadap langkah yang ditempuh Gubernur Karel Ralahalu. "Saya pikir itu langkah bagus untuk meminalisir gerak dan aksi para pelaku teror yang tidak ingin melihat Maluku kembali aman seperti dulu," pendapatnya. Selain itu, sweeping kendaraan bermotor maupun roda empat, identitas dan senjata tajam terus dilakukan Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. "Kami terus tingkatkan sweeping. Apalagi beberapa gembong pelaku teror di Maluku hingga kini masih buron dan masuk DPO," kata Kapolres Pulau Ambon, AKBP Leonidas Braksn, kepada detikcom. Kapolres juga mengharapkan peran serta warga kota Ambon dan Pulau Lease untuk tetap menjaga situasi dan kondisi sudah semakin baik. "Saya minta situasi ini terus dijaga. Laporkan setiap gerak-gerik yang mencurigakan atau orang-orang tak dikenal yang kebetulan berada di lingkungan masyarakat," pinta Kapolres. (nrl/)


Berita Terkait