Mesin Waktu

Kisah Diplomat Muda AS Beraksi Membekuk Pembunuh Mahatma Gandhi

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 16:45 WIB
Mahatma Gandhi diapit dua asisten pribadinya (UPI)
Foto: Mahatma Gandhi diapit dua asisten pribadinya (UPI)
Jakarta -

Tepat tanggal ini 72 tahun lalu, pemimpin spiritual dan politisi India, Mohandas Karamchand (Mahatma) Gandhi tertembak mati. Pembunuhnya Nathuram Godse seorang aktivis dari organisasi fundamentalis Hindu yang menembakkan tiga peluru dari sebuah pistol dalam jarak kurang dari semeter.

Pembunuhan ini terjadi saat Mahatma Gandhi menggelar doa bersama di Birla House. Sebuah rumah besar milik saudagar India, Ghanshyamdas Birla yang dipinjamkan untuk Mahatma Gandhi.

Dalam memoar Manuben Gandhi berjudul Last Glimpses Of Bapu, Mahatma Gandhi dijadwal bertemu Deputi Perdana Menteri India Vallabhbhai Patel sebelum doa yang dijadwalkan pukul 5 sore tersebut. Gandhi oleh pengikutnya sering disapa Bapu atau Bapak.

Manuben menyebut Gandhi dan Patel terlibat dalam diskusi yang sangat serius. Sampai-sampai melewati jadwal doa bersama. "Tak seorang pun berani mengusik perbincangan mereka," tulis Manuben dalam catatannya. Manuben adalah kemenakan Gandhi sekaligus merangkap asisten pribadi.

Khawatir Gandhi malah marah karena tak diingatkan jadwal doa bersama itu, Manuben memberanikan diri memotong pembicaraan. Gandhi terlambat 10 menit, ratusan orang beragam usia mulai dari pelajar, pengusaha, sampai anggota militer sudah memenuhi rumah tersebut. Pelan-pelan Gandhi menaiki tangga dengan memegang bahu asistennya menuju ruang belakang.

Simak Video "Pesawat Jatuh di Afghanistan yang Diklaim Taliban Milik AS"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3