Gelar King of The Kings dari Masa ke Masa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 15:37 WIB
Ilustrasi king of the king: Xerxes I dalm film 300 dan spanduk king of the king di Tanggerang (Repro detikcom)
Ilustrasi king of the king: Xerxes I dalm film '300' dan spanduk king of the king di Tanggerang (Repro detikcom)

Selain itu, gelar King of The Kings ini pernah dipakai pada zaman kekhalifahan Islam. Philip K Hitti mencatat dalam bukunya 'History of the Arabs', gelar King of The Kings ini diadopsi oleh Adud al-Dawlah (949-983 M) pada dinasti Buwaihi. Gelar ini juga kerap disebut sebagai Malik Al-Muluk.

Adud adalah pemimpin pertama dalam Islam yang menyandang gelar king of the kings ini. Ketika menyang gelar ini, Adud memanfaatkannya untuk terus mengembangkan kekhalifahannya, ia bahkan mempercantik kerajaannya di Baghdad, Irak. Gelar King of The Kings ini kemudian juga dipakai untuk dinasti-dinasti kekhalifahan di Turki.

Jika dicermati, King of the King yang belakangan muncul di Tangerang hingga Kalimantan Timur ini ada perbedaan penulisan. Di Indonesia, pihak yang menggunakan gelar menuliskan 'king of the king', atau jika diartikan secara kaku 'raja dari raja (tunggal)', bukan 'king of the kings' yang berarti 'raja dari para raja (jamak)'.

Halaman

(dnu/tor)