Gelar King of The Kings dari Masa ke Masa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 15:37 WIB
Ilustrasi king of the king: Xerxes I dalm film 300 dan spanduk king of the king di Tanggerang (Repro detikcom)
Ilustrasi king of the king: Xerxes I dalm film '300' dan spanduk king of the king di Tanggerang (Repro detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan munculnya 'kerajaan-kerajaan' baru. Setelah heboh kerajaan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, kini muncul jaringan kerajaan King of The King. Penggunaan istilah tersebut bisa jadi diadopsi dari gelar King of The Kings yang mulanya dipakai di Persia kuno dan pernah diadopsi di zaman kekhalifahan Islam. Namun tentu saja jaringan King of The King yang ada sekarang tak ada kaitannya dengan King of The Kings di masa lalu.

Merujuk laman Encyclopedia Britannica, gelar King of The Kings atau Raja Diraja, artinya adalah 'rajanya para raja'. King of The Kings merupakan gelar yang mulanya dipakai oleh raja-raja Persia Kuno. Dalam bahasa Persia, disebut Syahansyah/Shahanshah.

Salah satu yang menyandang gelar King of The Kings ialah raja Persia, Cyrus II Yang Agung, memerintah dari tahun 559 hingga 529 SM. Ada juga Xerxes I, raja keempat dari Akhemeniyah di Kekaisaran Persia yang memimpin pada 486 hingga 465 SM. Xerxes bahkan dengan terang-terangan membanggakan gelar King of The Kings ini.

"Aku adalah Xerxes, Raja Agung, King of The Kings, raja provinsi di banyak bahasa, raja dari bumi yang besar ini, jauh dan dekat, putra Raja Darius Sang Akhaemenian," ucapnya dengan bangga.

Gelar King of The Kings ini kemudian dipakai oleh Raja Iran Mohammad Reza Pahlavi, ia dipanggil dengan julukan Shah Iran pada tahun 1941. Selain itu, masih menurut penjelasan Encyclopedia Britannica, gelar ini juga pernah digunakan di Afghanistan hingga negara-negara lain di Asia tengah.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2