MPR RI Kedatangan 114 Mahasiswa dari Ciamis

Moch Prima Fauzi - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 14:29 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Sebanyak 114 mahasiswa dan 14 dosen dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, pada 30 Januari 2020, berkunjung ke MPR. Kedatangan mereka ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Kedatangan delegasi langsung disambut oleh Kabag Hukum Setjen MPR Indro Gutomo. Kedatangan mereka, menurut pria asal Yogyakarta itu, mengingatkan dia saat mahasiswa yang juga melakukan study tour ke MPR. "Kehadiran kalian mengingatkan saya 23 tahun yang lalu," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1/2020).

Sebagai alumni mahasiswa hukum UGM, Indro mengatakan, ilmu-ilmu yang ditimba di kampus bisa diterapkan di kesetjenan MPR. Meski demikian, dia mengungkapkan, penerapan ilmu hukum dalam teori dan praktik jauh berbeda. "Ada seni untuk menyikapi gap dua hal itu", tuturnya.

Kedatangan Universitas Galuh, menurutnya, merupakan salah satu bentuk kerja sama MPR dengan berbagai perguruan tinggi. Dipaparkan, MPR telah bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta kajian konstitusi.

Disampaikan kepada mereka bahwa pimpinan MPR saat ini dipimpin oleh 10 orang. Mereka berasal dari berbagai partai politik yang lolos parliament threshold ditambah dengan utusan dari DPD. Sepuluh pimpinan MPR, menurutnya, merupakan upaya untuk mewujudkan MPR sebagai lembaga musyawarah dan mufakat sehingga seluruh kekuatan partai politik dan DPD hadir.

"Jumlah pimpinan sebanyak itu tak ada aturan yang dilanggar," ujarnya.

Dipaparkan, saat ini pimpinan MPR masif menjaring aspirasi masyarakat terkait wacana amandemen UUD NRI Tahun 1945 untuk menghidupkan kembali GBHN. Menjaring aspirasi ada yang datang langsung ke kampus-kampus, ada pula kampus yang datang ke MPR. Keinginan untuk menghidupkan kembali haluan negara, dikatakan oleh Indro membuat bangsa ini memiliki pedoman dalam pembangunan sehingga pembangunan yang ada bisa berkelanjutan. Namun, diingatkan, hal demikian bisa membuat MPR menjadi lembaga tertinggi sebab haluan itu akan mengatur semua lembaga negara.

Saat sesi tanya-jawab dibuka, ada 9 mahasiswa yang menggunakan waktu itu untuk mengutarakan pertanyaan. Di antara mereka ada yang menanyakan, apakah bisa perempuan menjadi pimpinan MPR.

Menurut Indro, selama ini menurutnya sudah banyak lembaga negara yang dipimpin oleh seorang perempuan. Dicontohkan, Ketua DPR, dijabat oleh Puan Maharani. Di MPR sendiri, diungkapkan oleh Indro sudah sering ada unsur perempuan menjadi pimpinan. Dari Moeryati Soedibjo, Melani Leimena Suharli, sampai Lestari Moerdijat.

Sementara itu, Ketua Delegasi Universitas Galuh, Enjun Juanda, berharap kedatangan mereka, yang berangkat dengan 3 bus langsung dari Ciamis, bisa mendapat pencerahan sesuai dengan ilmu yang ditekuni. "Mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan," ungkap Enjun.

Simak Video "Genius! Bocah 10 Tahun Ini Sudah Jadi Mahasiswa"

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)