Seputar Banjir Bandang Bondowoso, Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 13:56 WIB
Banjir bandang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Rabu (29/1/2020). Banjir air bercampur lumpur itu setinggi kurang lebih 60 cm. Banjir masuk permukiman hingga 200 KK terdampak.
Banjir bandang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Rabu (29/1/2020). (Foto: Antara Foto/Imelia)
Jakarta -

Banjir bandang Bondowoso terjadi pada Rabu, 29 Januari 2020 kemarin. Banjir yang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen ini membuat ratusan rumah terendam lumpur.

Tak hanya Desa Sempol, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB Rabu kemarin juga terjadi di Desa Kalisat, Kecamatan Ijen dan sekitarnya. Kejadian banjir bandang Bondowoso ini sempat menimbulkan sekitar 4.024 warga terdampak sehingga membuat warga kaget dan berteriak histeris saat banjir dengan cepat menyapu material-material yang ada di sekitarnya.

Berikut beberapa hal terkait banjir bandang Bondowoso tahun 2020 yang perlu kamu tahu:

1. Penyebab Banjir bandang Bondowoso

Banjir bandang diperkirakan berasal dari Gunung Raung dan Gunung Suket. "Tahun lalu sebenarnya sudah dibuatkan saluran untuk menampung air. Tapi tetap ndak menampung," ujar Saudia Yourdan Islami Taufik, Sekretaris Kecamatan Sempol.

Di Sempol, hujan yang turun tidak begitu deras. Akan tetapi di lereng Gunung Raung diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas tinggi sehingga airnya turun ke Sempol dan bercampur dengan lumpur.

Pernyataan ini sependapat dengan BPBD Bondowoso yakni banjir bandang ini disebabkan oleh hujan derasa yang mengguyur hulu di Lereng Gunung Raung. Akibat banyak lahan gundul setelah kebakaran saat kemarau 2019, akhirnya air tidak tertahan sehingga turun ke pemukiman bersama lumpur di wilayah Desa Sempol dan Kalisat Kecamatan Ijen, Bondowoso.

2. Kronologi

Dari kesaksian warga, banjir bandang ini sama sekali di luar prediksi. Karena pukul 14.00 WIB hujan yang mengguyur Desa Sempol dan Kalisat tidak terlalu besar alias gerimis. Tiba-tiba air bercampur lumpur menerjang ratusan rumah dan saat air masuk ke rumah, warga langsung berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi sambil teriak histeris.

3. Melanda 200 Rumah

Banjir bandang berupa air dan lumpur setinggi kurang lebih 60 cm masuk ke pemukiman warga. Ada sekitar 200 rumah yang terkena dampak akibat banjir tersebut. Untuk menghindari banjir susulan, wargapun diungsikan.

4. Evakuasi dan Penanganan Darurat

Berdasarkan data sementara BPBD Jawa Timur, warga yang terkena dampak banjir bandang ada sekitar 2.028 jiwa di Desa Kalisat dan Desa Sempol sebanyak 1.996 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang ini.

Masyarakat yang terkena dampak banjir bandang Bondowoso sudah dievakuasi ke lokasi aman. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso, Polsek, Dinkes Bondowoso, Koramil dan Agen Bencana telah melakukan pendataan, evakuasi dan penanganan darurat. Selain itu, instansi tersebut bersama dengan masyarakat gotong royong membersihkan jalan dengan menggunakan alat berat.

Simak Video "Penampakan dari Langit Terowongan Anti-banjir Bandung"

[Gambas:Video 20detik]

(lus/erd)