Kemnaker Terbitkan Surat Edaran Waspadai Penyebaran Virus Corona

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 22:04 WIB
Menaker Ida Fauziyah di Semarang
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta agar para pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri khususnya China agar tetap waspada terkait penyebaran virus Corona. Tak hanya itu, Kemnaker juga telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi dan pimpinan perusahaan se-Indonesia.

"Saya berpesan agar teman-teman WNI/PMI di luar negeri tetap tenang, tetap berhati-hati, dan terus waspada terhadap bahaya penyebaran virus Corona. Kita juga minta hal serupa kepada para pekerja di dalam negeri," kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Ida mengatakan sejak kejadian penyebaran penyakit Pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan kepada atase-atase ketenagakerjaan di negara-negara penempatan untuk segera bertindak dan berkoordinasi melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI/KJRI untuk meminimalisir kemungkinan terjangkitnya virus Corona kepada PMI.

"Virus Corona sangat berbahaya dan terus menyebar ke berbagai negara. Kita di Indonesia sangat prihatin dan terus berdoa agar para pekerja migran Indonesia (PMI) di China dan negara-negara lainnya tetap aman dan selamat," kata Ida.

Dirinya juga menambahkan pneumonia yang diduga disebabkan oleh virus Corona ini pertama kali muncul di China dan telah merambah ke sejumlah negara. Untuk itu, kewaspadaan terhadap pneumonia ini harus ditingkatkan untuk mengantisipasi kedatangannya ke Indonesia.

"Kewaspadaan ini perlu dilakukan jika sewaktu-waktu menyebar ke Indonesia, sehingga kita dapat menghindarkan diri dari dampak negatif bagi dunia usaha dan ketenagakerjaan," imbuhnya.

"Berdasarkan kondisi tersebut, sektor ketenagakerjaan harus mengantisipasi secara serius dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Saya telah intruksikan kepada Dirjen Binwasnaker dan K3 untuk menerbitkan surat edaran khusus terkait virus Corona ini," tambah Ida.

Adapun isi dari surat edaran tersebut adalah untuk mengantisipasi dampak pneumonia berat ini di dunia ketenagakerjaan, selanjutnya Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) menerbitkan Surat Edaran Nomor B.5/51/AS.02.02/I/2020 perihal kewaspadaan penyebaran penyakit Pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya pada pekerja.

Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Iswandi Hari mengatakan surat edaran tertanggal 24 Januari 2020 ini ditujukan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi dan pimpinan perusahaan se-Indonesia.

Dalam surat edaran ini, Kepala Disnaker dan pimpinan perusahaan diimbau untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan K3, khususnya dalam upaya pencegahan pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya; menyebarluaskan informasi kepada jajaran organisasi dan pihak terkait yang berada di wilayah pembinaan terhadap kasus pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya terhadap sektor ketenagakerjaan

"Kita juga meminta agar segera dilakukan pendataan dan melaporkan kepada instansi terkait setiap kasus atau yang patut diduga kasus pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya di tempat kerja; serta mewajibkan kepada setiap pimpinan perusahaan untuk melakukan antisipasi terhadap kasus pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan," imbuh Iswandi.

"Semua harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengintegrasikan dalam program K3, pemberdayaan panitia Pembina K3, dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja," tambahnya.

Selanjutnya, surat edaran tersebut juga mengimbau setiap pimpinan perusahaan agar melaksanakan ketentuan Permenakertrans No. PER.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja, serta Permenakertrans No. PER.03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja Sebagai Bagian Dari Penerapan Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Selain itu, mengimbau pimpinan perusahaan agar membina kepada pekerja/buruh untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan.

Iswandi menambahkan, pimpinan perusahaan juga diimbau untuk memberikan informasi kepada pekerja/buruh tentang kasus pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya di tempat kerja, serta rencana kesiapsiagaan dalam menghadapinya.

"Diimbau juga untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pencegahan penyebaran pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya di tempat kerja," pungkas Iswandi.

(akn/ega)