Momen 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Sektor Pertahanan Keamanan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 18:37 WIB
Peringatan HUT Ke-74 TNI Tahun 2019 digelar di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Berbagai pesawat tempur milik TNI bermanuver di langit Jakarta.
Presiden Joko Widodo menginspeksi pasukan saat upacara HUT TNI ke-74. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Dalam 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amien terdapat beberapa kejadian penting di sektor pertahanan keamanan yang paling banyak menyedot perhatian.

Salah satu peristiwa yang paling disorot yakni kejadian sejumlah kapal nelayan China yang dikawal Coast Guard sedang mencari ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Natuna, Kepulauan Riau. Berikut ulasannya :

1. Kapal Coast Guard China Mengawal Nelayan China di wilayah ZEE Natuna

Awal tahun lalu puluhan kapal pencari ikan asal China berada di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna. Kapal-kapal ini dikawal tiga kapal Coast Guard China. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I langsung mengerahkan sejumlah kapal perang untuk mengusir kapal tersebut.

Di tengah situasi panas, Presiden Jokowi memutuskan mengunjungi Natuna. Jokowi tiba di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa sekitar pukul 11.47 WIB, Rabu (8/1/2020), dan langsung menyapa awak kapal. Tak berselang lama, Jokowi menaiki KRI Usman Harun yang tengah bersandar di dermaga.

Di sana Jokowi menemui nelayan dan melihat laut Natuna dari KRI Usman Harun. Jokowi memastikan ada penegakan hukum hak berdaulat Indonesia atas sumber daya alam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla dan Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan Natuna dari dulu sampai sekarang menjadi bagian teritorial Indonesia. Jokowi meminta hal tersebut tak diragukan. "Apalagi yang harus dipertanyakan nggak ada dan namanya kedaulatan tidak ada tawar menawar untuk kedaulatan kita," katanya.

Panglima Kogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono menyampaikan setelah kedatangan Jokowi puluhan kapal nelayan China meninggalkan kawasan ZEE tersebut. Hanya saja masih ada kapal Coast Guard China yang masih berlayar di wilayah itu.

"Yang masih ada di situ ada kapal-kapal Coast Guard, kapal Coast Guard tersebut karena tidak mengawal kapal-kapal ikannya ya mereka boleh bebas manuvernya di ZEE Indonesia, ingat bukan di laut teritorial," katanya. Menurut Yudo, sepanjang tidak melakukan hal yang melanggar hukum internasional kapal Coast Guard China bebas melintas di kawasan ZEE.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga angkat bicara soal itu. Dia menyebut pemerintah akan membangun pangkalan militer di sejumlah wilayah termasuk di Natuna.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan tak mempunyai perselisihan wilayah kedaulatan dengan Indonesia di perairan Natuna. Meski demikian, China mengakui ada tumpang tindih mengenai hak di kawasan ini.

"Saya ingin menekankan bahwa China dan Indonesia tidak punya sengketa soal kedaulatan teritorial. Kami punya klaim yang tumpang tindih soal hak maritim dan kepentingan pada beberapa area di Laut China Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam keterangan pers reguler, dilansir detikcom dari situs Kemlu China, Kamis (9/1/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2