Petani di Karawang Sukses Olah Kelor Jadi 13 Varian Makanan

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 18:36 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus PT Pertamina (Persero) untuk tumbuh dan berkembang bersama, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Seperti program Muka Agrijayadi di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang yang sukses memberdayakan petani dalam mengelola tumbuhan moringa atau kelor.

Program yang diinisiasi Pertamina sejak tahun 2018, melalui Fuel Terminal Cikampek ini, diawali dengan terbentuknya Kelompok Wanita Tani Sekar Arum. Sebagian anggota kelompok adalah eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah kembali ke tanah air dan memiliki keinginan sama untuk berkarya di kampung halaman. Kelompok Wanita Tani Sekar Arum telah beranggotakan 14 orang, dimana 11 di antaranya mantan TKI.

Salah satu kisahnya dibagikan oleh Sumayah (42 tahun) yang menjadi salah satu potret perjalanan berkembangnya program Muka Agrijaya. Perempuan paruh baya tersebut selama menjadi anggota Kelompok Tani Sekar Arum, mendapatkan pelatihan dan prasarana dari Pertamina untuk mengolah dan mengembangkan hasil pertanian di Karawang sebagai salah satu sentra padi. Selain itu juga mendapatkan pelatihan pengelolaan tanaman obat keluarga (toga).

Namun, seiring waktu berjalan, pertumbuhan toga tidak berkembang. Sehingga Kelompok Tani Sekar Arum memilih mengembangkan tanaman moringa atau kelor. Yakni jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim.

Hasil benchmark pengembangan tanaman moringa di Blora, Jawa Tengah yang difasilitasi Pertamina, telah memberikan harapan baru bagi kelompok Tani Sekar Arum, termasuk bagi Sumayah. Lambat laun tanaman tersebut mulai dikembangkan sebagai bahan olahan pangan.

Kini sudah ada 13 varian makanan dengan moringa seperti aneka keripik, rengginang, kue dengan rasa moringa. Selain itu juga olahan bahan makanan dengan memanfaatkan bahan baku sumber daya lokal seperti nugget ayam dan chicken egg roll.

"Alhamdulillah kami bisa membuat aneka makanan untuk tambahan penghasilan. Tadinya dijual di lingkungan tetangga saja, tapi hari ini Pertamina membantu kami mewujudkan rumah produksi bagi kelompok, sehingga ke depan kami bisa mengurus izin pangan industri rumah tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan dan harapannya pemasaran bisa diperluas lagi," kata ibu dua anak tersebut dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengungkapkan, Muka Agrijaya merupakan singkatan dari Mulih Kadesa Agriculture Berjaya. Mulih Kadesa bermakna mengajak masyarakat yang semula bekerja di luar Desa Bayur Kidul untuk kembali ke desa dan bersama-sama bekerja membangun desa tempat asalnya.

Sedangkan, Agriculture Berjaya memberikan optimisme bahwa kawasan yang kaya akan potensi agrikultur ini dapat menjadi sumber penghidupan yang layak, bahkan bisa berkontribusi positif untuk menggerakan perekonomian desa.

Dewi menjelaskan, berkembangnya Kelompok Tani Sekar Arum tidak bisa berjalan tanpa dukungan dan tekad warga untuk menjadi masyarakat mandiri. Dari belajar budidaya pertanian, pengolahan makanan, hingga pengembangan sentra tanaman moringa disambut baik oleh masyarakat.

"Hari ini kami meresmikan rumah produksi yang akan menjadi sarana dan fasilitas produksi hasil pertanian, bagi masyarakat. Sekaligus memperkenalkan produk olahan warga, yang nantinya akan berkembang menjadi sentra makanan khas olahan berperisa moringa," jelasnya.

Untuk tahun 2020, Dewi menambahkan, kelompok ini akan mengembangkan usahanya dimana produk unggulan warga berupa perkebunan moringga (kelor) akan diberdayakan untuk diolah menjadi makanan kemasan. Sehingga Pertamina bersama dengan masyarakat dapat memberi nilai tambah, tidak hanya menyediakan hasil tani tapi juga mengolahnya untuk bisa langsung dikonsumsi.

(prf/ega)