Kedutaan AS Dapat Ancaman Bom
Senin, 28 Nov 2005 13:19 WIB
Jakarta - Kedutaan Amerika Serikat (AS) kembali menerima ancaman teroris. Kali ini ancaman serangan bom ditujukan ke misi diplomatik AS di Bangladesh.Ancaman serupa diterima Komisi Tinggi Inggris dan kedutaan-kedutaan Eropa lainnya. Aparat keamanan Bangladesh langsung meningkatkan pengamanan di sekitar gedung-gedung tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/11/2005). Ancaman bom tersebut diterima melalui faks dari seseorang yang mengaku sebagai anggota al Qaeda. Faks tersebut berbunyi bahwa "mereka akan meledakkan kedutaan AS, Inggris dan semua Eropa," demikian ujar pejabat kepolisian Bangladesh, Rabiul Islam.Faks ditandatangani oleh seseorang yang mengaku bernama Maniq Hossain dari sebuah kota di distrik Chandpur. "Kami juga telah mengirimkan perwira kami ke Chandpur untuk menyelidiki apakah orang ini benar-benar ada," imbuh Islam.Otoritas di Bangladesh telah diperintahkan untuk bersiaga penuh sejak serangkaian bom yang terjadi pada 17 Agustus dan 3 Oktober lalu. Lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan bom tersebut.Kepolisian Bangladesh mengaitkan pengeboman itu dengan kelompok terlarang Jamayetul Mujahideen, yang menyerukan penerapan hukum Islam yang tegas di negeri mayoritas muslim itu.
(ita/)











































