Soal Flu Burung, SBY Tegur Pejabat Daerah yang ABS

Soal Flu Burung, SBY Tegur Pejabat Daerah yang ABS

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 12:45 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegur keras para guburnur, bupati, dan walikota yang sampai saat ini belum serius menjalankan instruksi untuk mengatasi penyebaran flu burung di daerahnya masing-masing. Bahkan mereka cenderung memberikan laporan "Asal Bapak Senang" alias ABS kepada presiden."Saya lebih suka menerima laporan ada daerah terindikasi flu burung asal responsnya cepat dan tepat, dibanding ditutupi agar daerahnya dikatakan aman. Ini tidak bertanggung jawab, dan kalau diteruskan, rakyat akan menjadi korban. Ini teguran dari saya sebagai presiden," tegas SBY.Hal ini disampaikan dia saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta (28/11/2005), usai menggelar rapat teknis dengan Mentan Anton Apriantono dan Menkes Siti Fadilah Supari.Dalan jumpa pers itu, SBY menolak menyebutkan daerah yang dianggap belum serius. Tapi SBY berjanji akan mengungkapkannya ke publik apabila dalam 1-3 hari ke depan tidak ada perubahan daerah yang dimaksud. "Saya ingin laporan harian yang jujur," ujarnya.Lebih lanjut SBY mengatakan untuk mengatasi penyebaran flu burung di daerah, Depkes dan Deptan akan menjalankan program "Siaga Desa" yang formatnya mirip dengan Posyandu.Rencananya, tiap-tiap desa akan ditempatkan lima orang dari Depkes dan Deptan untuk menggencarkan program surveilans terhadap hewan ternak dan deteksi dini kepada para warga. Diharapkan program itu dapat berjalan dalam waktu 1 bulan ke depan.Sejauh ini ada tiga daerah yang menjadi prioritas penanganan flu burung, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. "Karena kasus flu burung paling banyak ditemukan di 3 provinsi itu," katanya.Khusus DKI Jakarta, dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, baik kepada hewan unggas maupun manusia yang suspect flu burung. Oleh karenanya SBY sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh rakyat untuk mendukung program tersebut. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads